5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?

Cesar Uji Tawakal

Rabu, 23 September 2026 | 19:20 WIB
5 Fakta Bensin Batubara: Realistis atau Mimpi Belaka?
Ilustrasi bensin batubara (Gemini AI)
baca 10 detik
  • Presiden Prabowo Subianto menegaskan rencana memproduksi bensin dari batu bara di Indonesia demi mencapai kemandirian energi nasional.
  • PERHAPI menyatakan teknologi pengolahan batu bara sudah teruji global, namun terkendala biaya investasi awal yang sangat mahal.
  • Riset ABC News menunjukkan bahwa penggunaan bensin berbahan batu bara dapat meningkatkan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen.

Suara.com - Rencana memproduksi bensin dari batu bara kembali mencuat usai ditegaskan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Meski teknologinya sudah teruji di negara seperti Afrika Selatan dan Tiongkok, para pakar mengingatkan tingginya biaya investasi awal serta lonjakan emisi gas rumah kaca hingga 80 persen dibanding bensin biasa.

Kata Prabowo Soal Bensin dari Batubara

Pemerintah Indonesia tergiur memanfaatkan cadangan batu bara yang melimpah untuk menekan impor bahan bakar minyak (BBM).

Kesuksesan program B50 yang diklaim mampu menghentikan impor solar sejak 1 Juli 2026 membuat Presiden Prabowo Subianto optimistis melangkah ke tahap berikutnya.

Saat menghadiri Syukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Jawa Timur, Presiden Prabowo menegaskan rencana pemanfaatan batu bara menjadi bensin.

Ia mengapresiasi inovasi para akademisi perguruan tinggi dalam negeri yang dinilai sanggup mengolah sumber daya alam domestik menjadi energi mandiri demi menghadapi ketidakpastian geopolitik global.

Ilustrasi batubara. [Pixabay]
Ilustrasi batubara. [Pixabay]

Reaksi Pakar Soal Bensin Batubara

Gagasan besar ini direspons hati-hati oleh kalangan ahli pertambangan.

Ketua Umum Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), Sudirman Widhy, membenarkan bahwa secara teknis pengolahan batu bara menjadi bensin (coal-to-liquid atau CTL) sangat memungkinkan untuk diterapkan.

Dikutip dari situs resmi PERHAPI, Sudirman menekankan bahwa batu ganjalan utama proyek ini berada pada aspek keekonomian, bukan teknologi.

baca juga

Proyek CTL membutuhkan biaya modal (capital expenditure) dan operasional yang sangat raksasa sehingga berisiko tinggi bagi investor swasta.

Kegagalan keekonomian ini sebelumnya terbukti dari mundurnya perusahaan asal Amerika Serikat, Air Products, dari proyek Dimethyl Ether (DME) batu bara di Indonesia.

Apa Beda Bensin Pertalite dan Pertamax? Ini Penjelasan Lengkapnya. (Freepik)
Ilustrasi bensin batubara. (Freepik)

Realistis atau Halu?

Secara rekayasa industri, pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair bukanlah halusinasi belaka karena teknologinya telah terbukti secara global.

Pengembang teknologi asal Amerika Serikat, TransGas Development Systems, menjadi salah satu pihak yang berhasil mengembangkan proses Clean Coal to Gasoline (CCTG).

TransGas secara tegas menyatakan dalam dokumen resminya:

"Desain pabrik acuan TransGas mengubah batu bara dan air menjadi bensin dan gas cair LPG menggunakan teknologi teruji dalam kombinasi unik yang memenuhi standar ketat Udara Bersih AS".

TransGas menambahkan bahwa konversi langsung gas sintesis tanpa proses kilang tambahan sanggup menekan biaya konstruksi dan mengeliminasi polusi udara beracun.

Dampak Bensin Batubara

Ilustrasi pemanasan global (Freepik/freepik)
Ilustrasi pemanasan global (Freepik/freepik)

Meskipun menjanjikan kemandirian energi, bensin berbahan batu bara menyimpan ancaman serius bagi kelestarian lingkungan.

Laporan riset yang dipublikasikan ABC News (ABC Science Archive) menyoroti tingginya potensi emisi karbon yang dihasilkan dari BBM cair berbasis batu bara.

Mengutip laporan Union of Concerned Scientists via ABC News, tercatat penegasan bahwa:

"Batu bara cair, sebagai contoh, dapat menghasilkan polusi pemanasan global 80 persen lebih banyak daripada bensin biasa".

Penggunaan BBM batu bara secara masif dikhawatirkan memicu lonjakan emisi gas rumah kaca yang sangat signifikan.

Afrika Selatan dan Mongolia Jadi Bukti

Pemangkasan kuota produksi batubara memicu gelombang PHK di sektor pertambangan. [Antara]
Produksi batubara. [Antara]

Pengolahan batu bara menjadi bahan bakar cair pada dasarnya telah dioperasikan di beberapa negara, seperti perusahaan Sasol di Afrika Selatan serta basis konversi batu bara di Mongolia Dalam, Tiongkok.

Di Indonesia, gasifikasi batu bara dilakukan melalui konversi menjadi gas sintesis (syngas), lalu diubah menjadi metanol, hingga akhirnya diproses menjadi bensin.

Untuk mengatasi hambatan pembiayaan yang sangat besar di Indonesia, PERHAPI menyarankan keterlibatan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.

Lembaga ini dapat menggandeng BUMN seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dan PT Pertamina (Persero) untuk membiayai proyek percontohan awal guna menguji kelayakan komersialnya.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Q: Apakah bensin dari batu bara realistis secara teknologi?
A: Ya, secara teknologi sangat realistis dan sudah diterapkan di Afrika Selatan oleh Sasol serta di Tiongkok.

Q: Apa tantangan terbesar pengembangan bensin batu bara di Indonesia?
A: Tantangan terbesarnya adalah aspek keekonomian karena membutuhkan investasi awal dan biaya operasional yang sangat mahal.

Q: Berapa emisi yang dihasilkan oleh bensin batu bara?
A: Laporan ABC News mencatat bensin batu bara menghasilkan emisi pemanasan global hingga 80 persen lebih tinggi dibanding bensin biasa.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Bahlil Ungkap Rencana Besar Prabowo: Sulap Batu Bara Jadi Energi Alternatif

Video | Selasa, 22 September 2026 | 20:12 WIB

Kasus TPPU Batubara, KPK Panggil Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie

Kasus TPPU Batubara, KPK Panggil Anggota DPRD DKI Jakarta Bebizie

News | Kamis, 17 September 2026 | 12:35 WIB

HBA Periode I September 2026: Harga Batubara Kalori Tinggi Naik Jadi 126,87 Dolar AS per Ton

HBA Periode I September 2026: Harga Batubara Kalori Tinggi Naik Jadi 126,87 Dolar AS per Ton

Bisnis | Kamis, 03 September 2026 | 13:58 WIB

MIND ID Usulkan Pembentukan National Mineral Stockpile, Kendalikan Ekspor Batubara hingga Emas

MIND ID Usulkan Pembentukan National Mineral Stockpile, Kendalikan Ekspor Batubara hingga Emas

Bisnis | Selasa, 18 Agustus 2026 | 14:55 WIB

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Lelang Batubara Ilegal Hasilkan Rp20,97 Miliar untuk Kas Negara

Bisnis | Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:00 WIB

Terkini

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

JPO Stasiun JIS Ditutup Selama Konser The Weeknd, Ini Jalur Akses Alternatifnya

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:19 WIB

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Uang Bertanda Tangan Purbaya Diburu, BI: Tetap Bisa Buat Bayar

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:11 WIB

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

Truk Sampah Bogor Banyak yang Uzur, Pemkot Minta Hibah Armada ke Jakarta

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:09 WIB

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bangun Ekonomi Tak Cukup Infrastruktur, Kualitas SDM Jadi Penentu

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:08 WIB

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Side Hustle Kini Jadi Tren: Solusi Finansial atau Malah Bikin Kewalahan?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:05 WIB

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

RUU SDI Bakal Atur Pembentukan Badan Satu Data Indonesia Jadi Orkestrator Tata Kelola Data Nasional

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:04 WIB

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Manufaktur Kembali Jadi Motor Ekonomi, Tapi Pengusaha Masih Tahan Investasi

Bisnis | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

Sekolah Gratis Hanya untuk SPP? Ini Penjelasan Lengkap Mendikdasmen Soal Seragam dan Ekskul

News | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Barang Terus Bertambah, Tapi Mengapa Rasa Cukup Justru Hilang?

Your Say | Rabu, 23 September 2026 | 19:00 WIB

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

BRI Sabet 3 Gelar Sekaligus dan Kukuhkan Puncak Fortune Indonesia 5 Tahun Beruntun

Bri | Rabu, 23 September 2026 | 18:57 WIB

×