- Sekjen GIAMM Rachmat Basuki menyatakan penerapan TKDN bertahap mendongkrak daya saing industri otomotif lokal.
- Penjualan mobil listrik nasional hingga Agustus 2026 menembus 101.171 unit dari total pasar 599.491 unit.
- Pemerintah menargetkan kewajiban TKDN mobil listrik mencapai 40 persen pada tahun 2026 ini.
Suara.com - Penerapan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri atau TKDN dinilai memberikan dampak signifikan terhadap perkembangan industri otomotif nasional. Regulasi ini mendorong pabrikan mobil listrik meningkatkan penggunaan produk lokal sekaligus membangun ekosistem manufaktur di dalam negeri.
Sekretaris Jenderal Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor atau GIAMM Rachmat Basuki menyatakan bahwa penerapan TKDN yang berlangsung secara bertahap telah berhasil mendongkrak daya saing produk.
“Semakin besar volume, daya saing produk semakin berdaya saing,” ungkap dia dikutip Kamis (1/10/2026).
Rachmat menjelaskan bahwa perjalanan industri otomotif Indonesia sejak era 1970-an menunjukkan pergeseran dari ketergantungan produk impor menuju produksi lokal. Proses ini berkembang dari perakitan hingga manufaktur komponen pendukung. Saat ini, sejumlah unit kendaraan produksi dalam negeri bahkan telah mengantongi nilai TKDN melebihi 80 persen.
Peningkatan kandungan lokal ini sekaligus melatih kualitas sumber daya manusia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai basis produksi ekspor.
Peran TKDN kini menjadi kian krusial seiring pesatnya pertumbuhan pasar kendaraan listrik. Hingga Agustus 2026, penjualan mobil listrik nasional menembus 101.171 unit, menyumbang sekitar 16,88 persen dari total pasar mobil nasional yang mencapai 599.491 unit.
Pemerintah telah menetapkan target kewajiban TKDN mobil listrik minimal 40 persen pada 2026, naik menjadi 60 persen pada 2027, dan membidik angka 80 persen pada 2030. Industri berharap penguatan nilai lokal tidak hanya menyasar komponen pelengkap, melainkan mencakup komponen utama seperti sel baterai dan bahan bakunya.
“Ke depan kami ingin banyak terlibat,” kata Rachmat.
Sebelumnya, Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian Setia Diarta juga menegaskan pentingnya pemenuhan target tersebut demi kemandirian industri nasional.
“Yang paling penting yang akan men-trigger nilai TKDN di sini adalah baterai selnya, selain produksi modul,” ujarnya.