SuaraPekanbaru.id- Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru selalu berupaya untuk mengontrol harga-harga, agar tidak mengalami inflasi jelang bulan Ramadhan dan lebaran Idul Fitri 1444 H tahun ini.
Pemko Pekanbaru melalui Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terus berusaha untuk menekan inflasi agar tidak terjadi.
Menurut Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota (Setdako) Pekanbaru, Ingot Ahmad Hutasuhut , dalam periode Februari 2023 angka inflasi yang terjadi diungkap.
"Februari kita 0,19 persen. Jadi kita masih inflasi tapi tidak setinggi Januari (2023) dan Desember (2022),"ucap Ingot, Kamis (16/3/2023).
Dalam menekan inflasi jelang bulan Ramadhan tahun ini, tim harus bekerja keras , ditambah dengan dukungan dari masyarakat.
"Ini buah kerja keras TPID dan dukungan masyarakat sehingga inflasi kita turun dari Month to Month (MtM). Dari Desember ke Januari itu turun, Februari turun lagi,” kata dia.
“Mudah-mudahan pada Maret ini, bisa kita pertahankan dalam rangka menyambut hari besar keagamaan seperti Ramadhan dan Idul Fitri," lanjut Ingot.
Diungkapkan oleh Ingot, hingga kini komoditi beras masih jadi satu diantara beberapa yang menyumbang inflasi.
"Kemarin kita minta sama Bulog, mereka kan menggunakan beras premium sebagai komoditi yang disurvei. Tapi dari data yang ada kita lihat dua bulan terakhir ini, serapan beras medium Bulog cukup besar, hampir 30 persen dari kebutuhan Pekanbaru," terang Ingot.
Baca Juga: Dinas PURR Kota Pekanbaru Imbau Kontraktor Segera Perbaiki Jalan Rusak Akibat IPAL
Ingot mengatakan diharapkan kalau Bulog juga turut penjualan beras medium turut disurvey oleh pihak Bulog.
"Jadi kita harapkan juga itu ikut disurvei. Sehingga sehingga lebih berimbang, dan gambaran tingkat inflasi kita bisa tergambar dengan jelas," kata dia. (*)