Namun Buya Yahya mengingatkan, tidak menutup kemungkinan juga akan ada bahaya yang mungkin saja bisa muncul.
"Karena akhirnya itulah yang membuat suami harus berbohong, gara-gara yang semacam itu," begitu katanya.
Semisal mungkin suami menutupi penghasilan kepada istrinya, karena harus memberikan nafkah juga kepada ibunya.
"Kalau dia terus terang nanti kita tak bisa menolong ibu kita. Karena mungkin dia belum mengerti. Kalau ibunya suami melarat tanggungan suami langsung, tapi kalau ibu mertua tidak, ibu mertuanya yang nanggung adalah anak laki-lakinya nanti," terangnya.
Tak sedikit kasus istri yang sakit hati lantaran nafkahnya lebih sedikit jika dibandingkan apa yang diberikan kepada ibunya. Maka dari itu, mengapa sebaiknya tidak perlu lagi mencari tahu lebih dalam soal gaji milik suaminya.
"Memang nggak perlu sampai ingin tahu catatan laporan gaji,” tegas Buya Yahya.
Buya Yahya secara tegas juga mengatakan dan mengingatkan, kalau suami tidak boleh pelit kepada istrinya sendiri.
Jangan samapi karena telah memberikan nafkah, kemudian tidak ingin memberikan tambahan lainnya, demi untuk menyenangkan hati istri.
“Wahai para suami jangan pelit-pelitlah sama istri. Suami melaksanakan kewajiban urusan nafkah terpenuhi, istri yang tidak banyak menuntut tidak perlu banyak ingin tahu berapa," kata dia.
Yang terpenting bagi istri adalah memastikan jika sumber pengahsilan dan nafkah yang diberika oleh suaminya, adalah dari cara yang halal. (*)