Suara Pekanbaru - Disyariatkan kepada Nabi Muhammad SAW, Ustaz Adi Hidayat ungkap rasanya akan mendapat malam Lailatul Qadar.
Dalam sebuah kajian Ustadz Adi Hidayat mengungkap tanda-tanda atau ciri-ciri seorang Muslim akan mendapatkan keistimewaan Malam Lailatul Qadar.
Secara jelas ustaz yang akrab disapa UAH ini mengungkap rasanya ketika akan mendapat malam Lailatul Qadar.
Dikatakan Adi Hidayat, sebagaimana yang disyariatkan kepada Nabi Muhammad SAW, tanda-tanda yang dapat dirasakan oleh umat muslim adalah suasana lingkungan yang lebih tenang dan teduh.
Allah SWT pernah memperlihatkan kepada Nabi Muhammad dalam satu mimpi tentang keindahan malam Lailatul Qadar.
"Di Hadits Muslim juga Nabi menyampaikan, aku pernah ditunjukkan oleh Allah dalam satu mimpi tentang malam Al Qadar," kata UAH mengutip satu hadist.
"Hanya waktunya oleh Allah dibuat menghilang dariku tapi tanda-tandanya disebutkan," papar Ustaz Adi Hidayat kembali mengutip hadits nabi.
Dijelaskan lebih lanjut, saat itu suasana terasa sangat hening, tenang dan juga angin yang sepoi-sepoi.
"Pada saat itu kelihatannya hening, tenang, angin tidak terlampau kencang, kemudian hujan juga tidak terlampau deras, suasananya enak, teduh sekali," jelas Ustaz Adi Hidayat.
Dalam penjelasan itu juga, Ustaz Adi Hidayat mengungkap maksud dari hadits tersebut.
Kata UAH, artinya umat muslim harus senantiasa meningkatkan ibadah di bulan Ramadhan untuk bisa mendapatkan malam Lailatul Qadar.
Untuk bisa mendapatkan Malam Lailatul Qadar satu di antaranya sering melakukan amalan ibadah berikut ini selama bulan suci Ramadhan.
"Nah pada bagian pertama ketika Nabi mengatakan dihilangkan dariku waktunya ini menunjukkan kata para ulama dibuat gaib supaya kita semangat untuk mencarinya," kata dia.
"Karena itu kalau kita tidak ingin kehilangan Malam Al Qadar, maka rahasia pertamanya adalah setiap malam Ramadhan bangun walaupun cuma 10 sampai 15 menit, usahakan bangun," ungkap UAH.
"Sahur misalnya jam 3.30. Bangunlah dari mulai jam 2.30. Tunaikan shalat 2 rakaat," kata UAH.