SUARA PEKANBARU- Malam yang sangat dinantikan pada saat bulan Ramadan oleh semua umat muslim adalah malam Lailatul Qadar.
Malam ini adalah malam yang lebih baik dan mulia daripada 1.000 bulan. Sehingga wajar kalau umat muslim, banyak berbondong – bonding untuk emmburu mala Lailatul Qadar. Hal ini demi mendapatkan kebaikan dan keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT.
Tekait dengan hal itu ada pesan dari Ustadz Adi Hidayat, yang mengimbau untuk tidak hanya mengejar malam Lailatu Qadar saja. Tapi ternyata kita lupa dengan sesuatu yang penting, yaitu meminta ampunan kepada Allah SWT.
Usadz Adi Hidayat mengatakan ada cara sukses untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar. Hal ini sesuai denga napa yang disampaikan oleh Rasulullah SAW.
"Cara pertama yang dihadirkan dalam kesempatan masih di malam-malam Ramadhan kata Nabi SAW, kalau Anda sempat mengendur, kencangkan ikat pinggang khususnya di malam-malam terakhir Ramadhan," jelas Ustadz Adi Hidayat dikutip dari Youtube Ceramah Aswaja Islami, Rabu (5/4/2023).
Menurut pria yang akrab disapa UAH ini, hendaknya apa yang dikerjakan di malam-malam akhir bulan Ramadhan, yakni yang pertama untuk memperbanyak istighfar.
Menurut Ustadz Adi Hidayat, karena istighfar dalah kunci yang cepat supaya bisa mendapatkan cinta dari Allah SWT.
Seperti yang tertera dalam Surah Ali ‘Imran Ayat 31 yang artinya ‘Katakanlah: "Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu". Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.’
Maka kata Ustadz Adi Hidayat ketika Allah cinta kepada seorang hambanya, maka akan diampuni dosa-dosanya.
“Allah akan mengampuni dosanya, mengampuni dosa lahir lewat permohonan ampunan," jelas Ustadz Adi Hidayat.
Kemudian dalam amalan selanjutnya kata Ustadz Adi Hidayat yakni istiqomah dalam melaksanakan sholat malam ketika di malam bulan Ramadhan.
Rasulullah SAW pernah bersabda: Barang siapa menghidupkan (ber ibadah) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” (HR Bukhari).
Maka kata UAH, orang yang bangun ketika malam dan hal itu dilakukan secara konsisten, amak ada pahala yang diberika Allah kepadanya.
“Dan qoma itu menunjukkan makna sholat, Nabi langsung memberikan kisi-kisi kepada kita jangan tinggalkan sholat malam di setiap malam Ramadhan, walaupun hanya dua rakaat," jelas Ustadz Adi Hidayat.
Sehingga kata Ustadz Adi Hidayat, dengan seseorang yang selalu konsisten mengerjakan dua amalam itu, apalagi di bulan Ramadan bukan tidak mungkin akan mendapatkan malam lailatul Qadar. (*)