SUARA PEKANBARU- Saat sedang bersujud disaranakan untuk membacakan sebuah doa yang bisa membuat hajat seseorang dikabulkan dan mendatangkan rezeki.
Hal itu disampaikan oleh Ustadz Adi Hidayat dalam sebbuah ceramahnya. Menurutnya dari semua Gerakan sholat, maka ketika seseorang sedang bersujud adalah posisi yang paling istimewa.
Maka dari itu Ustadz Adi Hidayat ketika sujud menyarankan jangan langsung mengambil sikap berdiri. Namun alangkah baiknya untuk menyelipkan doa ini.
“Bacalah doa ini selain hajat cepat terkabul, doa ini akan mendatangkan rezeki bagi kita,” ungkap Ustadz Adi Hidayat dilansir dari YouTube Ilmu Manfaat, Kamis (13/4/2023).
Sujud dalam sholat akan mendekatkan antara hambanya dengan Allah SWT. Bukan hanya Gerakan sujud pada rakaat terakhir dalam sholat saja. Namun dalam setiap sujud ketika sholat, begitu dekat jaraknya dengan Allah.
Waktu yang mustajab kata pria yang disapa UAH, untuk memanjatkan doa adalah saat bersujud. Seseorang bisa meminta apapun, karena Allah SWT bakal mengabulkan permintaan yang diminta.
Berdasarkan dari riwayat Ibnu Abbas ra disebutkan Nabi Muhammad SAW berkata bahwa, tatkala bersujud perbanyaklah doa serta ucapkan hajat dengan tulus.
Ustadz Adi Hidayat mengatakan, ada doa standar yang bisa dibacakan saat sedang bersujud dalam sholat.
“Subhaa-nakallahumma robbanaa wa bihamdika, allahummaghfir-lii.” Artinya ‘Maha Suci Engkau Ya Allah, Wahai Rabb kami, dan dengan memuji-Mu, Ya Allah, berilah ampunan untukku;.
Baca Juga: Hidupkan Malam 10 Hari Terakhir Ramadhan, Ini Kata Aa Gym yang Harus Kita Lakukan
“Doa itu hanyalah pembuka doa kita. Setelah itu mintalah apapun, tidak perlu dilafadzkan, ucapkan dalam hati saja. Jangan sia-siakan waktu kita sujud dalam sholat,” pesan Ustadz Adi Hidayat.
Saat bersujud Ustadz Adi Hidayat menyarankan untuk meminta sebanyak-banyaknya kepada Allah SWT saat dalam posisi sujud. Termasuk meminta surga paling tertinggi levelnya, yakni surga Firdaus.
Kalau ingin meminta dunia, dianjurkan jangan eminta kekayaan saja, tapi meminta keberkahan dalam kekayaan yang dimiliki. (*)