Bukankah keduanya secara umum disebut dengan doa. Minta sesuatu doa. Tobat kan minta juga minta ampunan Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Bukankah saat kita minta ampunan kepada Allah, kita sedang berdoa kepada Allah Robbi Firli Ya Allah. Saya mohon ampuni dosaku, bukankah itu doa.
Allahumma innakaa fumuntu Ya Allah engkau sangat maha pemaaf engkau mencintai hambaMu yang minta maaf, maka dengan cintamu maafkan hamba ya Allah.
Bukankah itu doa. Nah menjadi menarik ayat ini tiba, kemudian hadir di sela-sela paket ayat Ramadan dan masuk kedalamnya.
Saya sebut sela-sela, karena berada di pertengahannya 183 sampai 187, tiba kemudian 186-nya ayat tentang doa.
Ini yang menjadikan fitrah kita. Saat Ramadhan itu banyak berdoa. Silahkan, bukankah saat akan mulai berpuasa sudah berdoa.
Selesai sahur berdoa, saat puasa berdoa, mau buka berdoa, bahkan di tarawih pun kita masih berdoa juga.
Karena memang fitrah kita saat puasa itu cenderung meningkatkan amal saleh. Sehingga dengan peningkatan amal itu, keadaan kita merasa lebih dekat dengan Allah.
Rumusnya sederhana. Kalau Anda ingin merasa lebih dekat dengan Allah, maka caranya tunaikan banyak amal saleh.
Baca Juga: Jadwal Sholat, Imsak dan Buka Puasa Ramadhan, Kota Pekanbaru, Senin 17 April 2023
Tunaikan ketaatan, semakin banyak salat, semakin dekat dengan Allah. Semakin banyak baca Alquran semakin dekat dengan Allah. Semakin banyak berdzikir semakin dekat dengan Allah subhanahu wa ta'ala.
Nah, menjadi menarik ketika kita di bulan Ramadan ini bukankah kita disupport untuk banyak menunaikan ibadah
Bukankah kita dimotivasi, bahkan dibuat keadaan baik. Waktu, momentum, tempat, situasi, dikondisikan.
Diberikan rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'Ala kepada kita sehingga kita benar-benar menikmati ibadah di bulan suci ini. (*)