pekanbaru

Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat

Suara Pekanbaru Suara.Com
Rabu, 19 April 2023 | 09:05 WIB
Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat
Ilustrasi pelaksanaan sholat Idul Fitri. (foto tak terkait konten). Ustadz Adi Hidayat memberikan contoh bacaan niat sholat idul fitri dan tata caranya. Surah yang dibacakan saat shalat idul fitri. (suara.com/pixabay)

SUARA PEKANBARU - Surat yang biasa dibacakan Nabi Muhammad saat shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat beri tata cara dan niat.

Ustad Adi Hidayat memberikan penjelasan tentang bacaan niat dan tata cara melakukan shalat Idul Fitri atau sholat Ied.

Dalam kajian itu UAH sapaannya, membacakan niat shalat Idul Fitri. "Usholli sunnatan liidil fitri rok’ataini mustaqbilal qiblati adaan (imaman/makmuman) lillahi ta’ala," kata UAH.

Artinya: “Aku menyengaja sembahyang sunnah Idul Fitri dua rakaat dengan menghadap kiblat, tunai sebagai imam/makmum karena Allah SWT.”

UAH juga memberikan bacaan atau surat pendek yang selalu dibacakan Nabi Muhammad saat salat Ied.

Tentang tata cara sholat Ide, Ustadz Adi Hidayat mengatakan terdapat takbir tambahan saat menjalankan shalat ied fitri.

Takbir tersebut kata UAH dibacakan atau dilakukan setelah melakukan takbiratul ihram, yang disebut takbir zawaid.

"Tambahan tentang Takbir zawaid. Takbir tambahan ini ada saat rakaat pertama yang jumlahnya tujuh kali," kata UAH dikuti pekanbaru.suara.com dari kanal youtube Adi Hidayat Official pada Kamis (19/4/2023).

"Kemudian di rakaat kedua jumlah takbirnya lima kali," jelas Ustadz Adi Hidayat.

Baca Juga: Dua Doa Malam Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Terakhir Bulan Ramadhan

Saat melakukan takbir, tangan secara berbarengan diangkat hingga sejajar bahu dan juga daun telinga.

Setelah itu melipat tangan pada dada, serta dilarang menyentuh siku karena Nabi Muhammad menggap sebagai perbuatan sombong.

Ketika sudah melakukan takbir pertama dengan mengucap "Allahu Akbar", lakukan setelahnya tujuh kali takbir "Allahu Akbar".

Nah di sini kata UAH ada perbedaan saat melakukan tujuh kali takbir di mana di sela-selanya tidak membacakan apa-apa menurut Imam Maliki.

Sedangkan dari Imam Syafi'i, pada setiap kali takbir di sela-selanya membacakan tahmid, dan tasbih.

"Boleh juga digabung langsung menjadi satu kalimat bacaan Allahu AKbar Kabira walhamdulillahi katsira wasubhanallahi bukrataw waashila," urainya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI