pekanbaru

Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023? Ustadz Adi Hidayat Jelaskan soal Ini

Suara Pekanbaru Suara.Com
Kamis, 20 April 2023 | 08:27 WIB
Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023? Ustadz Adi Hidayat Jelaskan soal Ini
Ustadz Adi Hidayat menjelaskan soal pintu surag bagi orang-orang yang berpuasa. (Foto: Tangkapan Layar Youtube)

SUARA PEKANBARU - Kapan Hari Raya Idul Fitri 2023? Ustadz Adi Hidayat menjelaskan terkait metodologi penentuan 1 Syawal.

Menurut Ustadz Adi Hidayat, ada dua metode yang bisa digunakan dalam penentuan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal, yakni dengan rukyatul hilal dan hisab.

Metode rukyatul hilal (melihat hilal), merupakan metode yang biasa dipraktekkan pada zaman Nabi Muhammad SAW, termasuk dalam menentukan waktu-waktu ibadah harian, seperti shalat.

Ustadz Adi Hidayat menjelaskan, metode rukyat sudah menjadi tradisi di era Nabi karena sesuai dengan kemampuan masyarakat pada saat itu.

"Kenapa rukyat? Karena memang pada umumnya di zaman Nabi, masyarakatnya memang tidak bisa membaca, menulis. Apalagi menghitung secara kompleks," katanya.

Dikatakan Ustadz Adi Hidayat, faktor kemudahan ialah alasan yang mendasari Nabi Muhammad SAW memilih menggunakan metode melihat hilal tersebut.

Sebab, pada zaman itu belum ada yang mampu melakukan analisis perhitungan secara astronomi.

"Karena kami ini masyarakat yang ummi, kata Nabi, tidak ada pakar yang bisa ngitung dengan kompleks, sehingga bisa memetakan waktu dengan mudah, cepat berdasarkan hitungan. Karena sifatnya demikian, maka yang digunakan pada masa itu adalah melihat (rukyat)," ucap Adi Hidayat.

Hal itu sesuai dengan sabda Rasulullah SAW:

Baca Juga: Innalillahi, 4 Prajurit TNI Penyelamat Pilot Susi Air yang Sempat Hilang Ditemukan Tewas di Papua

"Kita adalah umat yang ummi, tidak menulis, dan tidak menghitung. Bulan itu demikian dan demikian, yakni suatu kali 29 hari dan suatu kali 30 hari," (HR. Bukhari).

Kendati begitu, umat Islam tidak harus mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah SAW, apabila sudah menemukan metode yang lebih mudah, yakni metode hisab.

"Jika Anda memang merasakan mudah, silakan praktekkan karena kami, kata Nabi, dulu pada umumnya nggak bisa ngitung," kata Adi Hidayat.

"Maka bagi yang mudah untuk itu (hisab) silakan praktekkan. Baik menggunakan hisab atau rukyat, prinsipnya adalah merasakan kehadiran Ramadhan," tambahnya.

"Jadi baik rukyat atau pun hisab, pada dasarnya metodologi untuk menetapkan. Dipilih untuk memudahkan bukan untuk diperselisihkan," kata Ustadz Adi Hidayat. (*)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Tahu Kalian Tentang Game of Thrones? Ada Karakter Kejutan dari Prekuelnya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kalau Masalah Hidupmu Diangkat Jadi Film Indonesia, Judul Apa Paling Cocok?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Satu Frekuensi Selera Musikmu dengan Pasangan?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI