VIDEO Debat Panas 'Agama Musuh Pancasila' Staf BPIP vs Irma Chaniago, Woy Diem Dulu Nyerocos aja, Romo Itu Welas Asih Jangan Jadi Romo Politisi

Suara Pekanbaru

Kamis, 04 Mei 2023 | 09:11 WIB
VIDEO Debat Panas 'Agama Musuh Pancasila' Staf BPIP vs Irma Chaniago, Woy Diem Dulu Nyerocos aja, Romo Itu Welas Asih Jangan Jadi Romo Politisi
tayangan ulang acara tersebut di kanal Youtube TVOne dengan judul [FULL] Peneliti BRIN Tersangka, Lembaga Negara Kok Bikin 'Huru-Hara'? | Catatan Demokrasi tvOne. (tvone)

SUARA PEKANBARU - Video debat panas 'Agama Musuh Pancasila' Staf BPIP vs Irma Chaniago, woy diem dulu nyerocos aja, Romo itu welas asih jangan jadi Romo politisi.

Tayangan acara televisi Catatan Demokrasi berjudul Peneliti BRIN Tersangka, Lembaga Negara Kok Bikin 'Huru-Hara'? jadi ajang debat dua tokoh yang menjadi tamu di acara tersebut.

Dilihat dari tayangan ulang acara tersebut di kanal Youtube TVOne dengan judul [FULL] Peneliti BRIN Tersangka, Lembaga Negara Kok Bikin 'Huru-Hara'? | Catatan Demokrasi tvOne, dua tamu yang berdebat panas adalah Politisi Partai Nasdem Irma Chaniago.
dan Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Romo Benny.

Perdebatan pnas terjadi ketika Irma Chaniago menyinggung pernyataan petinggi BPIP yang disebutnya pernah mengatakan agama itu musuh Pancasila. 

Irma disana mengatakan sebagai lembaga negara yang disebut penting untuk memperbaiki bangsa, tidak seharusnya membuat gaduh dengan membuat pernyataan kontroversial.

Di dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, agama dan Pancasila sudah beriringan sejak dulu. "Di dalam Pancasila ada Ketuhanan yang Maha Esa," kata Irma.

Rupanya apa yang dikatakan Irma, tak bisa diterima Romo Benny. Dia berupaya untuk langsung meluruskan pernyataan Irma Chaniago, dengan banyak memotong pembicaraan dari politisi NasDem tersebut. 

Romo Benny berdalih, jika apa yang sempat geger adalah hasil produksi pemberitaan media online. Dan ketika gaduh, Romo Benny mengatakan media tersebut sudah meralat secara terbuka kepada publik.

Dengan dalih itu, Romo Benny mengatakan apa yang ditudingkan Irma tidak benar dan memintanya jadi politisi cerdas dan bijak.

baca juga

"Itu kan (berita isu agama musuh Pancasila) sudah diralat, itu diambil sepotong-sepotong. Dan Detik sudah mengakui kesalahan itu," kata Romo Benny menjelaskan duduk perkara.

Akan tetapi, Irma Chaniago pada argumennya, jika lembaga negara sebaiknya mengeluarkan pernyataan sesuai dengan tugas dan fungsinya,

Jangan sampai kata Irma, lembaga negara malah membenturkan pemerinta dengan rakyatnya.

Irma mengatakan apa yang dilakukan BPIP adalah kesalahan fatal. "Menurut saya itu kesalahan fatal. Itu kesalahan fatal Romo, enggak boleh begitu. Enggak boleh terjadi, kita enggak bisa mentoleransi hal-hal seperti itu," cecar Irma.

Akhirnya kedua tamu tersebut saling debat panas dan juga saling memotong pembicaraan. Romo Benny yang hadir secara virtual tak kalah panas. Dia berupaya memperlihatkan bukti jika BPIP tidak salah dan yang salah adalah media.

"Kalau membaca teks harus lihat konteks koneksi sosialnya, Detik itu mengakui, kemudian meluruskannya. Itu kan fakta. Jadi kalau diambil sepotong-potong itu terus diagendakan politik tertentu ya repot," katanya.

Kemudian saat Irma akan kembali menjelaskan pokok masalah tentang lembaga negara yang tidak boleh membuat gaduh, terlebih masuk dalam ranah agama, lalu dipotong Romo Benny. 

"Jangan ngeles. Perbaiki. Coba ngomong satu-satu (ke Romo yang terus bicara tanpa henti). Narasinya jelas. Bahwa beliau mengatakan agama itu musuh Pancasila (lalu dipotong Romo). Woy Diem dulu orang lagi ngomong. Kenapa sih. Bisa gak diem?" kata Irma ke Romo Benny.

Irma kemudian kembali mengingatkan jika lembaga negara tidak boleh mengeluarkan baha-bahasa narasi yang kontroversi. "Gak boleh kemudian ada lembaga pemerintah yang kemudian menjelekan pemerintah," katanta.

"Pemerintah menurut saya kecolongan (Romo memotong: Mbak Irma gak baca detik). Jadi kalau ada orang BPIP yang kemudian menjawab ini itu artinya mencari pembenaran. (Romo lalu ikut bicara). Coba dengerin dulu orang ngomong. Jangan nyerocos terus. Masa romo ngomongnya kaya gitu. Kalau romo itu ngomongnya welas asih (Romo terus bicara). Jangan jadi romo yang politisi. Jadilah romo yang betul-betul romo," kata Irma yang argumennya terus dihalangi dengan adu argumen oleh Romo Benny.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Dikenal Rajin Kritik Pemerintah Abdur Arsyad 'Disikat' Polisi, Mamat Alkatiri Sebut Provokatif, Minta Penjarakan Seumur Hidup

Dikenal Rajin Kritik Pemerintah Abdur Arsyad 'Disikat' Polisi, Mamat Alkatiri Sebut Provokatif, Minta Penjarakan Seumur Hidup

Pekanbaru | Rabu, 03 Mei 2023 | 13:22 WIB

Diduga Sudah Diincar, Begini Nasib Ketua MUI Setelah Seorang 'Nabi' Melakukan Penembakan

Diduga Sudah Diincar, Begini Nasib Ketua MUI Setelah Seorang 'Nabi' Melakukan Penembakan

Pekanbaru | Selasa, 02 Mei 2023 | 14:39 WIB

Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat

Surat yang Biasa Dibacakan Nabi Muhammad Saat Shalat Idul Fitri, Ustadz Adi Hidayat Beri Tata Cara dan Niat

Pekanbaru | Rabu, 19 April 2023 | 09:05 WIB

Hanya karena Makanan Orang Bisa Masuk Neraka, Ustadz Abdul Somad: Semua Menuntut Balas

Hanya karena Makanan Orang Bisa Masuk Neraka, Ustadz Abdul Somad: Semua Menuntut Balas

Pekanbaru | Rabu, 19 April 2023 | 06:26 WIB

Terkini

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Mosi Tidak Percaya! Jajaran Wakasek dan Guru SMPN di Subang Mundur Massal

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:11 WIB

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Lolos ke Final Usai Singkirkan Persija, Lucho Keluhkan Lapangan Dipta yang Keras dan Kering

Jabar | Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:02 WIB

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Singkirkan Arema FC, Persebaya Tantang Persib di Final Piala Presiden 2026

Bola | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:55 WIB

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Apa Itu Registration Ban FIFA? Ini Penyebab Klub Sriwijaya FC Bisa Dilarang Daftar Pemain

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:42 WIB

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Jejak Kasus Haji Halim Ali, Dari Pengusaha Besar hingga Ahli Waris Kembalikan Rp127 Miliar

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 23:26 WIB

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Modus Penimbun Pertalite Terbongkar, Isi BBM Berulang Pakai Barcode Berbeda di SPBU

Sumsel | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:55 WIB

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Geger Temuan Mayat Mutilasi dalam Karung Beras di Pancoran Mas Depok

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:53 WIB

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Jelang HUT ke-81 RI, Masjid Indonesia Pertama di Kanada Barat Resmi Berdiri

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:52 WIB

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Diduga Bawa Kabur Kamera Rp200 Juta, DJ Wanita dan Suaminya Dipolisikan di Bogor

Jabar | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:46 WIB

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

5 Perubahan Contact Center di Era Generative AI, Tak Lagi Sekadar Layanan Pengaduan

Lifestyle | Selasa, 04 Agustus 2026 | 22:42 WIB

×