SUARA PEKANBARU - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi berbagi tips mencegah obesitas yang terjadi pada anak-anak. Khususnya pada balita di bawah lima tahun.
Perlu diketahui, obesitas terhadap anak menjadi perhatian penting bagi Pemkab Bekasi.
Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bekasi, Supriadinata yang dikutip dari kanal resmi Pemkab Bekasi pada Senin (3/7/2023).
Obesitas atau yang sering dikenal kelebihan berat badan yang terjadi terhadap balita yang usianya kurang dari lima tahun sering ditemukan di Kabupaten Bekasi.
Tercatat sebanyak 275 balita rata-rata masih berusia 0-23 bulan yang terkena obesitas. Untuk jumlah keseluruhannya diperkirakan ada 1.440 balita.
Oleh karena itu, himbauan dilakukan oleh pihak Dinkes Kabupaten Bekasi. Terutama dikhususkan untuk semua orang tua untuk melakukan pencegahannya.
Salah satu cara pencegahan obesitas yaitu harus melakukan pola makan yang sehat dan bergizi untuk menjaga keseimbangan tubuh.
Seperti naiknya berat badan yang cepat, panjang, dan tinggi badan yang dianggap ideal. Jika melakukan pola tersebut.
Supriadinata saat di kantornya terletak di Kompleks Pemkab Cikarang Pusat, Kabupaten Bekasi menyarankan jika ada ciri-ciri obesitas harus segera dibawa ke puskesmas.
Baca Juga: Sule Unggah Ceramah Ini Usai Aibnya Dibongkar Natalie Holscher: Kita Bela Diri Kadang Nggak Ngaruh
"Ditimbang rutin setiap bulan ketika terjadinya kenaikan yang tidak wajar. Dapat langsung dikonsultasi ke dokter yang ada di puskesmas terdekat di sekitaran posyandu."
"Pemkab juga sudah rutin melakukan bulan penambangan balita dimulai dari Februari-Agustus sampai diberikannya vitamin A."
"Di wilayah urban mobilitas warga di Kabupaten Bekasi banyak orang tua bekerja, bapak ibunya pulang malam dan sementara bayi diasuh orang lain."
Membuat peran orang tuanya harus digantikan terhadap orang lain yang mampu merawat bayinya. Sehingga dapat memicu terjadinya obesitas pada anak.
"Bisa aja si bayi-nya diasuh orang lain supaya diam saat dikasih makan minum manis yang memicu obesitas," ujar Supriadinata.
"Meski ada faktor internal ataupun genetik walaupun relatif sangat kecil dan mengacu faktor genetika, peluangnya cuman 10 persen," tambahnya.