Sumber pendanaan dapat berasal dari universitas, perusahaan, atau lembaga pemerintah yang memiliki proyek penelitian dan membutuhkan kemampuan akademik yang berkualitas.
Jumlah dan durasi pendanaan disesuaikan dengan kebutuhan dan durasi penelitian yang diperlukan.
4. Beasiswa Non-Akademik
Tidak hanya prestasi akademik yang dihargai dalam pemberian beasiswa. Sekarang, banyak lembaga dan perguruan tinggi yang memberikan bantuan pendidikan kepada individu yang telah mencapai prestasi di luar dunia akademik.
Salah satu contohnya adalah beasiswa olahraga, yang memungkinkan mereka untuk kuliah di universitas tertentu jika mereka berhasil meraih prestasi olahraga dan membawa nama baik universitas tersebut.
5. Beasiswa Ikatan Dinas
Beasiswa ikatan dinas mengharuskan penerima untuk "mengikat diri" dengan sponsor dalam sebuah hubungan timbal balik yang menguntungkan kedua belah pihak.
Biasanya, penerima beasiswa ini diwajibkan untuk bekerja pada instansi atau perusahaan sponsor dalam jangka waktu tertentu sebagai imbalan atas beasiswa yang diterima.
Ini adalah kesempatan yang dapat memberikan banyak manfaat.
Baca Juga: Kamu Harus Tahu 2 Jenis Beasiswa Berdasar Cakupan Pembiayaan
6. Beasiswa Kompetisi
Beasiswa kompetisi memiliki kesamaan dengan beasiswa penelitian, tetapi berfokus pada bantuan pendanaan untuk individu yang ingin berpartisipasi dalam kompetisi nasional atau internasional.
Dukungan yang diberikan oleh sponsor meliputi biaya pendaftaran, akomodasi, transportasi, dan uang saku selama mengikuti kompetisi.
7. Beasiswa Pelatihan
Sama seperti beasiswa penelitian dan beasiswa kompetisi, beasiswa pelatihan membantu membiayai kegiatan pelatihan atau sertifikasi yang dibutuhkan oleh pelajar atau mahasiswa untuk mengejar karier tertentu.
Sponsor dapat memberikan dana untuk biaya pelatihan, dan dalam beberapa kasus, mereka juga dapat menutupi biaya akomodasi dan uang saku.