SUARA PEKANBARU - Munculnya video memperlihatkan Gregorius Ronald Tannur menangis sangat emosional saat mengantar kekasihnya ke rumah sakit telah menjadi perbincangan hangat.
Setelah melakukan kekerasan terhadap pacarnya, Dini Sera Afrianti (27), Gregorius Ronald membawa DSA ke RS National Hospitals Surabaya untuk mendapatkan perawatan setelah insiden tersebut.
Namun, sebelum mereka mencapai rumah sakit, nyawa DSA sudah tidak dapat diselamatkan.
Video momen dramatis Gregorius Ronald yang menangis sambil membawa korban telah menyebar luas melalui akun Instagram @terangmedia.
Dalam rekaman tersebut, suasana terlihat sangat tegang. Sejumlah perawat berkumpul di sekitar mobil yang diduga dikemudikan oleh Gregorius Ronald Tannur.
Tangisan histeris yang diduga berasal dari Gregorius Ronald terdengar dari dalam mobil.
Para perawat dan petugas keamanan berusaha menenangkan Ronald yang terlihat sangat terpukul.
Video ini kini menjadi perhatian warganet yang merasa heran dengan perilaku anak anggota DPR RI tersebut.
Di sisi lain, Satreskrim Plorestabes Surabaya menetapkan Gregorius Ronal sebagai tersangka dalam kasus yang mengakibatkan kematian kekasihnya, Andini atau Dini Sera Afrianti.
Informasi lapangan di depan Landmark Mall menunjukkan bahwa Gregorius, yang merupakan anak anggota DPR RI F-PKB, diduga terlibat dalam penganiayaan di area parkir mal tersebut.
Gregorius Ronal saat ini telah ditahan selama 20 hari dengan tuduhan penganiayaan yang berujung pada kematian, dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun.
Tim penyidik Satreskim Porestabes Surabaya telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 15 saksi dan mengamati rekaman CCTV di lokasi kejadian.
Rekonstruksi awal kejadian menunjukkan bahwa perselisihan antara Gregorius dan Andini bermula dari lokasi karaoke dan berlanjut hingga di lift menuju basement parkir.
Tersangka diduga memukul Andini dengan botol minuman keras, sementara puncak penganiayaan terjadi di basement parkir, di mana Gregorius diduga menabraknya dengan mobil, menyebabkan Andini terseret sejauh 5 meter.
Hasil autopsi mengungkapkan bahwa korban mengalami luka-luka serius, termasuk patah tiga tulang iga, memar di organ hati, dan paru-paru.