Ponorogo.suara.com – sebanyak 49 ekor sapi di POnorogo Jawa Timur yang sebelumnya dinyatakan suspek terpapar lumpy skin desease (LSD) dipastikan positif oleh Balai Besar Veteriner Wates Yogyakarta.
Dari uji sampel yang dilakukan di laboratoriumn BBVET Wates Yogyakarta, Masun, Kepala Dinas Peternakan Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur yang ditemui pada selasa, 21 Februari 2023, menjelaskan sejumlah sample yang diuji positif "Itu hasil sampel yang diambil dari tiga ekor sapi potong dipastikan LSD, otomatis 46 ekor lainnya juga dianggap positif," katanya.Dengan hasil itu, Ponorogo menjadi salah satu daerah yang masuk kategori merah, karena berpotensi menjadi sumber penularan LSD di daerah sekitarnya.
Kendati upaya penanggulangan dan langkah kekarantinaan hewan terjangkit sudah dilakukan, potensi penularan penyakit kulit pada ternak ini masih cukup tinggi.Kasus LSD yang sudah teridentifikasi di kabupaten Ponorogo dketahui tersebar ke beberapa wilayah. Yakni Kecamatan Sooko, Kecamatan Sampung dan Kecamatan Pulung dengan jumlah sapi yang tertular sebanyak 49 ekor sapi yang kesemuanya adalah jenis sapi potong.
Meski berbahaya, Masun menekankan morbiditas tingkat penulatan LSD tidak setinggi PMK yang tingkat morbiditasnya mencapai 90 persen. Morbiditas LSD hanya 45 persen. Meski demikian, pemerintah tetap menghimbau peternak untuk tetap melaporkan kepada petugas Kesehatan jika ternaknya mengalami gejala LSDlumpy skin desease (LSD) menyerang hewan ternak melalui perantara (vector) seperti lalat, nyamuk atauapun cairan. Oleh sebab itu, untuk menjaga Kesehatan ternak, kebersihan kendang serta menyemprot kendang dengan cairan insektisida serta desinfektan adalah salah satu cara yang efektif untuk menjaga ternak dari LSD"Saat ini kami tengah menunggu vaksin LSD, kemarin pertama dapat 6.000 dosis dan sudah habis, kita ajukan sesuai populasi sapi di Ponorogo," katanya. (ANTARA)