Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal

Vania Rossa

Kamis, 28 Mei 2026 | 14:46 WIB
Kesaksian Akbar Husein soal Tragedi Bawaslu 2019: Ditangkap, Disiksa, hingga Ada yang Meninggal
Eks Tahanan Politik (Tapol) tahun 2019, Akbar Husein. (tangkap layar)
  • Akbar Husein mengungkap dugaan kekerasan terhadap lansia dan aktivis pasca kerusuhan Tragedi Bawaslu Mei 2019 di Jakarta.
  • Para penumpang ambulans Gerindra asal Tasikmalaya yang ditangkap mengaku sebagai warga daerah yang tidak memahami situasi.
  • Mentor aktivis, Ir. Mulyono Santoso, meninggal dunia di Lapas Pemuda Tangerang akibat minimnya layanan medis penyakit jantung.

Suara.com - Eks Tahanan Politik (Tapol) 2019, Akbar Husein, mengungkap sejumlah fakta memilukan di balik jeruji besi pasca kerusuhan Tragedi Bawaslu Mei 2019. Dalam kesaksiannya, Akbar mengungkap adanya dugaan kekerasan terhadap lansia hingga meninggalnya seorang aktivis di dalam lembaga pemasyarakatan akibat minimnya layanan kesehatan.

Salah satu poin yang disoroti Akbar adalah pertemuannya dengan para penumpang mobil ambulans Gerindra asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang sempat viral karena dituding membawa batu dan bom molotov. Akbar menyebut mereka hanyalah warga daerah yang tidak memahami situasi di Jakarta.

"Itu mobil ambulans Gerindra itu lucu, sebenarnya mobil ambulans Gerindra dari daerah, dari Tasikmalaya kalau enggak salah. Isinya itu orang-orang daerah, enggak ngerti Jakarta. Mungkin salah jalan atau gimana, koordinasinya juga enggak ngerti, dan akhirnya ditangkap," ujar Akbar dalam kanal YouTube Forum Keadilan TV, Kamis (28/5/2026).

Akbar kemudian menceritakan kondisi tragis seorang pria lanjut usia berusia 71 tahun yang berada di dalam ambulans tersebut saat mereka menempati satu sel tahanan.

"Itu kakek-kakek, umur 71 tahun dihajar. Itu habis. Bapak itu cerita, 'Dek Akbar, Bapak sudah tua, Bapak juga enggak ngerti. Kita ikut-ikutlah karena fanatik sama Pak Prabowo.' Ikutlah sampai ke Jakarta malam itu, malam jahanam, ya bapak ditangkap. Pas ditangkap, darah semua itu, babak belur," kenang Akbar.

Akbar mengaku dirinya ditangkap pada gelombang kedua, sekitar Agustus 2019. Ia menduga telah menjadi Target Operasi (TO) pihak kepolisian karena terus menyuarakan protes terkait dugaan penyiksaan terhadap rekan-rekannya di tahanan.

"Tujuannya ya itu tadi, pertama kita ingin menyuarakan sampai mungkin internasional lah bahwa Jokowi itu jahat sama teman-teman kita ditangkap, disiksa. Kita minta dibebasin, malah saya yang ditangkap," tegasnya.

Akbar ditangkap bersama sejumlah rekan lainnya, termasuk para aktivis dan tokoh seperti Jali Pitung, Damar, Iwar, serta mentornya, Ir. Mulyono Santoso atau Pak Mul.

Kisah paling menyedihkan, menurut Akbar, datang dari sosok Pak Mul. Ia mengungkapkan mentornya itu meninggal dunia saat masih menjalani proses penahanan di Lapas Pemuda Tangerang.

Menurut Akbar, Pak Mul memiliki penyakit bawaan berupa jantung akut yang diperparah oleh terbatasnya layanan kesehatan di dalam lapas.

"Beliau dalam proses penahanan hukum meninggal dunia di dalam sel di Lapas Pemuda Tangerang. Menurut istrinya, Bapak memang ada penyakit jantung akut. Tapi treatment di dalam itu apa adanya. Kalau sakit, paling bagus itu dikasih Sanmol," ungkap Akbar.

Ia menggambarkan sulitnya akses layanan kesehatan bagi para tahanan politik saat itu. Menurutnya, para tahanan kerap mengobati diri sendiri dengan cara tradisional.

"Kalau di dalam (penjara) sakit, ya kita jemur di matahari pagi-pagi, atau kalau enggak dikerok lah gitu, ya sudah, sembuh sendiri kayak gitu. Nah, beliau yang punya penyakit jantung ini enggak ada pelayanan kesehatan yang mumpuni, akhirnya wafat. Menyedihkan, asli," ujarnya.

Reporter: Tsabita Aulia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:51 WIB

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:54 WIB

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

Kronologis Tewasnya Bocah Aborigin di Australia, Pelaku Diamuk Massa, Kerusuhan Pecah

News | Sabtu, 02 Mei 2026 | 08:20 WIB

Terkini

Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku

Sok Jagoan di Tol JORR! Pengemudi Ngamuk Pukul Spion Pakai Besi, Polisi Buru Pelaku

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:28 WIB

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

Duduk Perkara Duel Maut Selebgram Brunei di Blok M: Cuma Gara-gara Ditegur, Nyawa Melayang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:20 WIB

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

Donald Trump: Tidak Ada Satu Negara Pun Boleh Kendalikan Selat Hormuz

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:11 WIB

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

Kirab Budaya Napak Tilas Padjadjaran di Jabar, Binokasih Mulang Salaka Tandai Pembukaan di Sumedang

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:09 WIB

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

Hutan Bukan Milik Negara: Mengapa Masyarakat Adat Papua Menolak Skema Perhutanan Sosial?

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 14:05 WIB

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

Eks Tapol Bongkar Ngerinya Siksaan 'Ular Listrik' Rezim Jokowi: Ada Ojol Disiksa Sampai Mata Copot

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:51 WIB

Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga

Kepala Ditindih TV Rusak! Siswi SD Makassar Tewas di Toilet Rumah Kosong Usai Diperkosa Tetangga

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:43 WIB

Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah

Kata Abu Janda Usai Dipolisikan Sebut Sumbar 'Barbar': Kalau Dasarnya Sudah Benci ya Susah

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:30 WIB

Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun

Api Misterius di Sleman Masih Muncul, Pemilik Rumah Ngaku Sudah Sempat Didatangi Dukun

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 13:09 WIB

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

Akbar Husein Kenang Kerusuhan 21-22 Mei 2019 di Bawaslu: Ada Koordinasi Aktivis hingga Purnawirawan

News | Kamis, 28 Mei 2026 | 12:54 WIB