Jatim Dikepung Bencana, Warga Ponorogo Masih Mengungsi

Ponorogo | Suara.com

Rabu, 01 Maret 2023 | 15:00 WIB
Jatim Dikepung Bencana, Warga Ponorogo Masih Mengungsi
warga masih mengungsi di Bangunan TK(ponorogo.suara.com/dedi.s)

Ponorogo.suara.com – Cuaca ekstrem yang menerjang Provinsi Jawa Timur beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah daerah mulai terjadi bencana.
Di Ponorogo Jawa Timur, Ratusan warga Desa Tumpuk, kecamatan Sawoo hingga rabu, 1 Maret 2023 masih bertahan di pengungsian akibat tanah gerak dan ambles yang mengakibatkan puluhan bangunan rusak parah dan mengancam jiwa.

Di Lamongan, banjir masih terjadi. Air luapan bengawan gede merendam area persawahan dan pemukiman warga. Begitu juga di Kabupaten Situbondo. Sebanyak 613 rumah warga di empat desa kebanjiran luapan air sungai setelah hujan deras mengguyur sejak kemarin, Selasa (28/2) malam.

Kepala Pelaksana BPBD Situbondo Sruwi Hartanto, menjelaskan luapan air sungai membanjiri sejumlah desa di tiga Kecamatan, kecamatan Besuki, Banyuglugur dan kendit. Luapan tersebut menggenangi pemukiman warga dengan ketinggian rata rata 40-50cm
"Semalam hujan berlangsung lama sejak pukul 18.00 WIB, dengan intensitas cukup tinggi, di Situbondo, dan beberapa jam kemudian sungai meluap tak mampu menampung debit air, sehingga air masuk ke rumah-rumah warga," ujarnya.

Sementara itu di Malang, hujan disertai angin kencang juga menimbulkan kerugian. Sejumlah pohon tumbang dan rumah warga rusak akibat angin kencang. Sementara hujan menyebabkan tanah longsor yang menutup jalan Malang-Kediri.

Di Kabupaten Jember, angin kencang dan puting beliung dalam tiga hari terakhir meliputi delapan wilayah kecamatan di Kabupaten Jember, Provinsi Jawa Timur.
Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember Heru Widagdo mengatakan bahwa selama 26 sampai 28 Februari 2023 angin kencang meliputi bagian wilayah Kecamatan Patrang, Kalisat, Ledokombo, Jenggawah, Ajung, Tempurejo, Bangsalsari, dan Kencong.

Heru menambahkan, ada 10 area di delapan kecamatan yang terdampak angin kencang dan puting beliung. "Tidak ada korban yang meninggal dunia dalam bencana tersebut, namun beberapa orang terluka akibat tertimpa reruntuhan bangunan dan jatuh saat peristiwa terjadi," katanya.

Angin kencang juga menyebabkan gelombang tinggi di Selat Madura. Akibatnya, aktivitas penyeberangan dan pelayaran kapal Fery tidak bisa dilakukan. Ini menyebabkan kelangkaan bahan kebutuhan pokok warga di kepulauan Madura.
 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Pemda Ponorogo Akan Segera Relokasi Korban Tanah Ambles

Pemda Ponorogo Akan Segera Relokasi Korban Tanah Ambles

| Selasa, 28 Februari 2023 | 13:25 WIB

Ratusan Pengungsi Ponorogo, Tidur di Bangunan TK Beralaskan Tikar

Ratusan Pengungsi Ponorogo, Tidur di Bangunan TK Beralaskan Tikar

| Senin, 27 Februari 2023 | 14:45 WIB

Muncul Lagi Fenomena Sinkhole di Gunungkidul, Warga Khawatir Lubang Meluas

Muncul Lagi Fenomena Sinkhole di Gunungkidul, Warga Khawatir Lubang Meluas

Jogja | Rabu, 08 Januari 2020 | 08:36 WIB

Terkini

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

Langit RI Bocor? Menelusuri Celah Hukum Akses Pesawat Militer AS

News | Sabtu, 18 April 2026 | 00:03 WIB

Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera

Jangan Asal Nyaman, Ini 7 Sepatu Lari yang Direkomendasikan untuk Cegah Cedera

Jakarta | Jum'at, 17 April 2026 | 23:51 WIB

Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi

Tabungan Pesirah BSB: Ketika Nilai Simpanan Bertemu Peluang Raih Mobil dan Kemudahan Transaksi

Sumsel | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

BREAKING NEWS! Iran Resmi Buka Blokade Selat Hormuz Sepenuhnya

News | Jum'at, 17 April 2026 | 23:21 WIB

Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya

Helikopter PK-CFX Hilang Kontak hingga Ditemukan Jatuh di Sekadau, Ini 11 Jam Krusialnya

Kalbar | Jum'at, 17 April 2026 | 23:05 WIB

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Kawal Agenda Ekonomi Kerakyatan, Kang Hero Dianugerahi KWP Award 2026

Bisnis | Jum'at, 17 April 2026 | 23:04 WIB

Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!

Arsenal di Ujung Tanduk, Aaron Ramsey: Menang Lawan Manchester City Harga Mati!

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 23:01 WIB

Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia

Kali Kedua ke Tanah Air, Aaron Ramsey Takjub dengan Gairah Sepak Bola Indonesia

Bola | Jum'at, 17 April 2026 | 22:58 WIB

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

Jangan Cuma Jago Kandang, Pramono Anung Tantang BUMD DKI Ekspansi ke Pasar Global

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:55 WIB

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

Perjuangkan Kesetaraan di Senayan, Ledia Hanifa Amaliah Digelari Legislator Peduli Disabilitas

News | Jum'at, 17 April 2026 | 22:38 WIB