Bupati Ponorogo Sebut Pemberian Susu Kental Manis Buat Anak Stunting Adalah Malpengetahuan

Ponorogo

Jum'at, 10 Maret 2023 | 14:21 WIB
Bupati Ponorogo Sebut Pemberian Susu Kental Manis Buat Anak Stunting Adalah Malpengetahuan
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancaka ((ponorogo.suara.com/dedi.s))

Ponorogo.suara.com – Peristiwa Viralnya penanganan stunting dengan memberikan paket bantuan Bahan makanan dan salah satu isinya 4 kaleng susu kental manis yang peruntukannya tidak direkomendasikan di wilayah Mlarak, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mendapat respon dari Bupati Ponorogo, Sugiri Sancaka

Kang Giri panggilan akrab Bupati Ponorogo menuturkan, penanganan bayi stunting merupakan bagian dari kebijakan Pemerintah Kabupaten yang penanganannya perlu melibatkan semua pihak dan elemen masyarakat khususnya Pemerintah Desa.

Peristiwa viral di Mlarak memang masih ada Malpengetahuan seperti pemberian susu kental manis, namun pemberian produk ini tujuannya tidak langsung di minumkan ke bayi namun dijadikan bahan tambahan untuk olahan cemilan bayi.

“Nah ini kadang kadang kan ada mal, ada mal pengetahuan tentang misalnya susu seperti yang terjadi di Mlarak  ini kan ini tidak berarti juga diminumkan susu verbal begitu, tetapi dijadikan bahan campuran seperti membuat pudding” ungkapnya saat ditemui ponorogo.suara.com, Jumat (10/3/23)

Kang Giri menambahkan, terkait penggunaan dana desa untuk membantu menekan angka stunting, Ia meminta agar pemerintah desa untuk tidak takut untuk terus menggelar pembagian bahan makanan untuk anak dengan status stunting.

Pemkab akan menggandeng kader dengan memilih bahan makanan yang standar gizinya sesuai dengan kebutuhan anak dengan status stunting.

“Maka maka saya menghimbau, kemudian tetap desa tidak boleh takut mengeluarkan anggaran untuk stunting.” Ungkapnya. 

Saat ini, angka stunting di Kabupaten Ponorogo berada diangka 14 persen dengan artian bahwa dari 100 anak-anak, maka ada 14 anak dengan status stunting.

Angka ini turun jauh dibanding angka stunting pada than 2021 yang berada diangka 20 persen. Jika ditarik di Karesidenan Madiun Raya (Kabupaten Madiun, Kota Madiun, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ponorogo, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Magetan) bahwa Ponorogo terendah nomor 2. Yang paling rendah adalah Kota Madiun.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Tahun 2023, Ada Puluhan Calon Jemaah Haji Dari Ponorogo Batal Berangkat

Tahun 2023, Ada Puluhan Calon Jemaah Haji Dari Ponorogo Batal Berangkat

Ponorogo | Kamis, 09 Maret 2023 | 23:02 WIB

Sejumlah Petugas PPL Nyaris Ditipu, Kepala Dispertahankan Ponorogo Duga Aplikasi Simluhtan Bocor

Sejumlah Petugas PPL Nyaris Ditipu, Kepala Dispertahankan Ponorogo Duga Aplikasi Simluhtan Bocor

Ponorogo | Kamis, 09 Maret 2023 | 16:43 WIB

Satpol PP Ponorogo Masuk Peringkat Terendah Dalam Pelaporan SPT Pajak

Satpol PP Ponorogo Masuk Peringkat Terendah Dalam Pelaporan SPT Pajak

Ponorogo | Kamis, 09 Maret 2023 | 15:52 WIB

Terkini

Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada

Kementerian Ekraf Perluas Pasar Produk Kreatif ke Kanada

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 23:57 WIB

Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang

Total Jadi 27 Orang, Seretan Tersangka Kekerasan Anak di Daycare Little Aresha Kian Panjang

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:37 WIB

Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya

Bayi Sengaja Ditinggal di Toilet Kereta Eksekutif KA Sancaka Jurusan Jogja - Surabaya

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 22:29 WIB

Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia

Kemnaker Klaim Belum Ada Laporan PHK di TikTok Tokopedia

Bisnis | Sabtu, 04 Juli 2026 | 21:28 WIB

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Satu Wewangian Tak Lagi Cukup, Tren Memilih Parfum Berdasarkan Suasana Hati Makin Populer

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:52 WIB

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

Program 'Speling' Jateng di Banyumas, Wagub Taj Yasin Dekatkan Dokter Spesialis ke Tingkat Kecamatan

News | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:49 WIB

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

6 Shio yang Berpotensi Dapat Keberuntungan dan Kesuksesan 5 Juli 2026

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:36 WIB

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

4 Krim Malam Terbaik untuk Hempas Flek Hitam Usia 40 Tahun Berdasarkan Review

Lifestyle | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:34 WIB

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Muhammadiyah Ingatkan Pemerintah: Jangan Ada Militerisasi di Kehidupan Sipil

Jogja | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:24 WIB

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Buka-bukaan Robi Darwis Ungkap Alasan Tinggalkan Persib Demi Gabung Arema FC

Bogor | Sabtu, 04 Juli 2026 | 20:14 WIB

×