ponorogo.suara.com – Upaya untuk mendapatkan kehidupan yang aman jauh dari marabahaya akibat tanah retak yang sejak tahun 2018 silam menghantui warga Desa bengkring, Kecamatan Slahung, Kabupaten ponorogo Jawa Timur tampaknya masih butuh kesabaran
Bupat Ponorogo, Sugiri sancoko yang akrab disapa Kang giri menuturkan, pihaknya baru akan melakukan pengecekan kondisi lahan dan rumah belasan KK warga terdampak tanah retak di bekiring dalam beberapa hari kedepan.
![Bupati Ponorogo, Sugiri sancaka [ponorogo.suara.com/dedy.s]](https://media.suara.com/suara-partners/ponorogo/thumbs/1200x675/2023/04/03/1-unadjustednonraw-thumb-187.jpg)
Kang Giri mejelaskan, pihaknya sudah mendengar kabar tentang puluhan warga desa nguncup yang terpaksa mengungsi sementara akibat curah hujan yang tinggi beberapa hari ini dan berbahaya bagi bangunann rumah
“hanya mengungsi pada saat hujan, kalau tidak hujan tidak aman, maka mudah-mudahan hari ini gerimis, belum mengungsi tapi saya minta jadwal untuk kita tengok bersama-sama ke sana ya” ungkapnya kepada ponorogo.suara.com jejaring media Suara.com, senin (3/4/23)
Ia menambahkan, meski kondisi warga sudah sangat berharap direlokasi, namun Pemkab belum bisa mengambil keputsan tersebut sebelum melihat secara langsung. Selain itu laporan dari BPBD Kabupaten Ponorogo terhadap lokasi terdampak bencana statusnya juga masih bagus dan belum layak untuk dilakukan relokasi.
“jangan dulu-dulu, saya belum lihat situasinya seperti apa, saya belum kebisa ambil keputusan tapi kalau sudah ada mitigasi kalau hujan ngungsi itu sudah langkah yang paling tepat. laporan dari BPBD statusnya masih sangat belum layak untuk direlokasi, statusnya masih bagus,” ungkap orang nomer satu di Bumi Reog
Seperti Diketahui, Puluhan Rumah warga Desa Bekring, Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo terdampak dan terancam akibat tanah retak yang disebabkan oleh penuruhan tanah akibat curah hujan yang tinggi dalam beberapa hari terakhir. dari peristiwa tersebut. 14 rumah warga mengalami kerusakan parah sementara 7 lainnya terancam dari longsoran tanah.