Suara ponorogo - Pada hari Minggu, 14 Mei 2023, dunia memperingati Mother's Day atau Hari Ibu. Meskipun memiliki nama yang sama, Mother's Day dan Hari Ibu sebenarnya memiliki sejarah dan waktu perayaan yang berbeda. Mari kita ulas lebih detail tentang perbedaan-perbedaan ini.
Mother's Day: Sejarah dan Waktu Perayaan
Sejarah perayaan Mother's Day bermula sejak zaman Romawi dan Yunani kuno, dengan mengadakan festival untuk menghormati ibu Dewi Rhea dan Cybele. Namun, perayaan modern Mother's Day dimulai dari kampanye yang dilakukan oleh Anna Jarvis pada abad ke-19 di Amerika Serikat.
Anna Jarvis ingin menetapkan satu hari dalam setahun untuk menghormati jasa dan pengorbanan ibunya, Ann Reeves Javis, dan seluruh ibu di seluruh dunia yang telah mencintai dan merawat anak-anak mereka. Anna kemudian mengumpulkan sejumlah ibu di Virginia, Amerika Serikat, untuk membahas peran ibu dalam keluarga dan kesejahteraan keluarga.
Setelah ibunya meninggal dunia, Anna memimpin peringatan Mother's Day dengan memperingati hari Minggu, 8 Mei, sebagai hari penghormatan untuk ibunya, Ann Reeves Javis. Sejak itu, perayaan Mother's Day terus dirayakan dari tahun ke tahun di berbagai negara hingga saat ini.
Waktu perayaan Mother's Day setiap tahunnya berbeda-beda dan dirayakan pada hari Minggu kedua di bulan Mei. Tanggalnya berbeda-beda setiap tahunnya.
Pada tahun ini, Mother's Day jatuh pada hari Minggu, 14 Mei 2023. Tahun lalu, Mother's Day dirayakan pada tanggal 8 Mei 2022, dan pada tahun 2024 mendatang, Mother's Day akan dirayakan pada tanggal 12 Mei.
Beberapa negara yang merayakan Mother's Day setiap tahunnya antara lain Amerika Serikat, India, Australia, Kanada, dan Selandia Baru.
Negara-negara ini merayakan Mother's Day sebagai hari untuk menghormati dan mengucapkan terima kasih kepada ibu mereka atas jasa-jasa dan pengorbanannya dalam merawat dan mencintai anak-anak mereka.
Baca Juga: Gangguan Layanan BSI dan Cara Kerja Ransomware yang Diduga Jadi Penyebabnya
Hari Ibu di Indonesia: Sejarah dan Waktu Perayaan
Berbeda dengan Mother's Day, masyarakat Indonesia punya tanggal pasti untuk memperingati Hari Ibu, yaitu setiap tanggal 22 Desember. Hari Ibu diprakarsai oleh Kongres Perempuan Indonesia yang diadakan pada 22-25 Desember 1928 di Yogyakarta.
Kongres ini diadakan untuk menyamaratakan derajat perempuan dengan kaum laki-laki, terinspirasi dari semangat juang para pahlawan wanita Indonesia yang berjuang untuk kemerdekaan negara.
Kongres Perempuan Indonesia II kemudian diadakan pada tanggal 22 Desember 1938 di Bandung. Setelah Indonesia merdeka, pada tahun 1959, Presiden Soekarno menetapkan Hari Ibu sebagai hari Nasional yang diperingati setiap tanggal 22 Desember, meskipun tidak menjadi hari libur nasional.