Suara ponorogo - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Ponorogo adalah salah satu partai politik (Parpol) yang mendaftarkan Bacaleg-nya pada hari terakhir pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ponorogo.
Selain memastikan pemenuhan keterwakilan perempuan dengan menyerahkan sejumlah Bacaleg perempuan, ada pula Bacaleg yang berasal dari partai lain, seperti Winingsih yang dulunya merupakan politisi dari partai Golkar.
“Politik itu kan dinamis. Semua parpol maupun Bacaleg sama saja. Tujuannya dan haraan yang sama, yaitu berbuat untuk kepentingan masyarakat. Tidak ada alasan tertentu,” kata Winingsih.
Menurut Winingsih, berpindah partai adalah hal yang biasa dalam politik yang dinamis, dan dia memilih PPP karena sudah lama bergaul dengan teman-teman di partai tersebut dan merasa nyaman dan kondusif di sana.
“Saya sudah lama bergaul dengan teman-teman PPP, komunikasi juga intens. Merasa nyaman dan kondusif, jadi tidak ada pertimbangan tertentu,” terangnya.
Meskipun berpindah partai, Winingsih masih optimis bahwa konstituennya akan tetap mendukungnya.
“Selama ini hubungan Silaturahmi terus terjaga, dengan konstituen atau pemilih saya, jadi harapannya nanti bisa meraih suara banyak di Dapil 1 Ponorogo,” jelasnya.
Sementara itu, Plt Ketua DPC PPP Ponorogo, Sigit Hari Wahyudi, mengungkapkan bahwa berkas 31 Bacaleg dari PPP sudah lengkap dan telah diserahkan ke KPU. PPP menargetkan untuk memperoleh minimal 6 kursi di DPRD Ponorogo pada Pemilihan Legislatif 2024.
“Alhamdullilah, berkas kami sudah lengkap, dari 31 Bacaleg. Sesuai ketentuan perundangan, terkait keterwakilan perempuan 30 persen juga terpenuhi,” ungkapnya.
Baca Juga: Jokowi: Rakyat Butuh Pemimpin Berani, Bukan Hanya Duduk Di Istana