Suara Ponorogo - Alun-Alun Ponorogo menjadi saksi sejarah saat 17.891 siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) berkumpul untuk menggelar gerak dan lagu yang luar biasa.
Kegiatan ini berhasil mencatatkan diri sebagai rekor MURI dengan jumlah peserta terbanyak dalam gerak dan lagu oleh anak usia dini.
Sejak pukul 07.00 WIB, belasan ribu siswa PAUD dan TK dari 21 kecamatan di Ponorogo telah bersatu. Dengan semangat yang menggebu-gebu, para peserta memakai pakaian serba merah putih lengkap dengan bandana merah putih, menciptakan suasana yang semakin meriah.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menjelaskan bahwa acara ini diselenggarakan untuk mendorong anak-anak usia dini agar menjadi lebih hebat melalui kegiatan gerak dan lagu bersama-sama. "Kita ingin melihat dan melirik kemampuan anak-anak PAUD. Kita bekerja sama agar kegiatan ini berjalan lancar," ujar Giri kepada wartawan.
Giri menambahkan bahwa anak-anak ini sedang berada di usia emas mereka, yang ditandai dengan tingkat kreativitas yang tinggi. Oleh karena itu, mereka perlu diwadahi melalui kegiatan serentak yang melibatkan gerakan tubuh dan nyanyian.
"Mengorganisir kegiatan sebesar ini memang agak sulit, itulah sebabnya kami mengumpulkan semua dinas dan organisasi agar semuanya dapat berjalan dengan baik," tambah Giri.
Kegiatan ini diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Ponorogo melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, sebagai bagian dari perayaan Gebyar PAUD 2023. Tema yang diambil bertujuan untuk menyenangkan transisi dari PAUD ke Sekolah Dasar (SD).
Perwakilan dari Museum Rekor Indonesia (MURI), Sri Widayati, menjelaskan bahwa Gebyar PAUD tahunan di Kabupaten Ponorogo ini resmi tercatat dalam rekor MURI nomor 11.016. Penghargaan ini diberikan kepada Bupati Ponorogo, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ponorogo, serta ketua IGTKI, PGRI, dan Himpaudi sebagai penggagas dan pelaksana pagelaran gerak dan lagu oleh anak usia dini terbanyak.
"Kali ini, kami mencatat rekor pagelaran gerak dan lagu terbanyak oleh anak usia dini dengan peserta sebanyak 17.891 dari 21 kecamatan di Ponorogo. Kegiatan ini resmi tercatat dalam MURI, dan kami memberikan piagam penghargaan kepada para penggagas acara ini," jelas Sri Widayati.
Baca Juga: Pilu! Remaja di Jaksel Diduga Dianiaya dan Disekap usai Tabrakan dengan Keluarga Perwira Polisi
Dengan terpecahkannya rekor MURI ini, Ponorogo kembali menunjukkan keberhasilannya dalam menggelar acara-acara yang unik dan inovatif. Pagelaran gerak dan lagu oleh anak usia dini terbanyak ini menjadi bukti bahwa Ponorogo terus berupaya untuk memajukan pendidikan dan kreativitas anak-anak usia dini. Semoga keberhasilan ini dapat menginspirasi daerah lain untuk mengadakan kegiatan serupa dan meningkatkan potensi anak-anak Indonesia.