Tujuan mereka menyewa kontrakan di lokasi tersebut juga belum jelas.
"Tujuan mereka belum jelas. Mereka mengatakan bahwa mereka dijanjikan pekerjaan sebagai mekanik backhoe oleh bos mereka. Mereka tidak menggunakan kendaraan saat masuk dan keluar dari sini, hanya menggunakan taksi online," kata Heri.
Sementara itu, Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Nikolas Bagas Yudhi Kurnia, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menerima laporan dari masyarakat melalui Polsek Jenangan.
Polisi telah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Dalam olah TKP, kami menemukan bercak darah di sebuah pintu kamar dan goresan darah di jendela," ungkap Niko.
Polisi masih mengumpulkan keterangan dari para saksi termasuk warga sekitar yang melaporkan adanya tindak kekerasan pada Jumat (23/6) malam.
"Kami masih mengumpulkan keterangan dan barang bukti dari lokasi, serta menganalisis data penyewa untuk memastikan keaslian identitas mereka," tegas Niko.
Ketika ditanya tentang kemungkinan pembunuhan, Niko belum dapat memberikan kepastian lebih lanjut.
Namun, dari TKP, terdapat tindakan penghilangan jejak berupa upaya membersihkan bercak darah.
"Sejauh ini, dugaan sementara adalah pembunuhan. Namun, bisa juga merupakan kasus penganiayaan atau pengeroyokan. Kami akan menyampaikan informasi lebih lanjut seiring berjalannya waktu," pungkas Niko.