SUARA PONOROGO- Dinas Kesehatan (Dinkes) Ponorogo telah menggebrak dengan meluncurkan aplikasi revolusioner bernama "Siteges." Aplikasi ini diharapkan dapat mempermudah akses layanan kesehatan bagi warga Ponorogo yang ingin memanfaatkan fasilitas kesehatan, mulai dari puskesmas hingga rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Ponorogo, Dyah Ayu Puspitaningarti, antusias dalam menjelaskan bagaimana aplikasi Siteges akan merubah cara warga mengakses pelayanan di puskesmas.
"Pendaftaran online kini tinggal mendownload aplikasi dan mendaftar secara online, memilih poliklinik yang terintegrasi dengan 31 puskesmas dan seluruh rumah sakit di Ponorogo," ungkapnya.
Dengan janji penanggulangan gawat darurat yang responsif selama 24 jam, serta pengunduhan aplikasi yang hanya memerlukan waktu 2 detik dari Play Store, tidak dapat dipungkiri bahwa Siteges menawarkan sejumlah keunggulan menarik.
Selain itu, pasien juga dijanjikan pelayanan tanpa perlu antri di puskesmas, dan informasi tentang obat-obatan dan fasilitas kesehatan dapat diakses dengan mudah.
kepada ponorogo.suara.com, Dinkes Ponorogo mengklaim bahwa Siteges adalah inovasi teknologi yang mampu meningkatkan akses layanan kesehatan di daerah ini.
Namun, dibalik antusiasme tentang keunggulannya, penting untuk menghadirkan sudut pandang berbeda terkait keberlanjutan dan transparansi program ini.
Satu hal yang perlu dipertimbangkan adalah kajian mendalam mengenai perawatan dan penganggaran.
Sebuah aplikasi mungkin terdengar menarik, namun tanpa perencanaan yang matang dan pengawasan yang cermat, bisa saja sistem ini tidak berjalan sesuai harapan
Baca Juga: Fabrizio Romano: PSG Setuju Lepas Kylian Mbappe ke Al Hilal
Sebuah terobosan revolusioner seperti Siteges tentu patut didukung, tetapi juga perlu dibangun di atas dasar transparansi, perencanaan yang matang, dan komitmen nyata untuk kepentingan kesehatan masyarakat Ponorogo.