Suara Ponorogo - Kontroversi terkait pengunduran diri Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Ponorogo, Imam Mujahid, terus menjadi sorotan di Kabupaten Bumi Reog.
Meskipun Imam Mujahid telah mengajukan pengunduran diri dalam pertemuan dengan Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, posisinya masih tetap tidak berubah sebagai kepala sekolah di sekolah favorit tersebut.
Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko, menegaskan bahwa pemerintah daerah sedang melakukan pendalaman menyeluruh terkait pengunduran diri Imam Mujahid.
Ia menyatakan, "Saat ini, kami tengah memeriksa setiap aspek untuk memastikan apakah ada kesalahan yang dilakukan atau tidak" ungkapnya (Senin, 9 Oktober 2023).
Bupati Ponorogo, yang akrab disapa Kang Giri, menekankan bahwa keputusan akhir terkait pengunduran diri Imam Mujahid masih dalam tahap pendalaman dan hampir mencapai titik final.
Ia berharap bahwa dalam waktu yang tidak terlalu lama, pemerintah daerah akan memutuskan nasib Imam Mujahid.
Kang Giri menegaskan, "Beliau masih akan menjalankan tugasnya sampai keputusan akhir dikeluarkan. Ini adalah situasi yang tidak biasa" tegasnya
Kontroversi mundurnya Kepala Sekolah SMPN 1 Ponorogo diduga dilatarbelakangi penarikan sumbangan sebesar 500 juta rupiah kepada siswa kelas VII, yang kemudian menjadi viral di masyarakat.
Dalam surat edaran yang dikeluarkan oleh sekolah dan komite, terungkap bahwa setiap siswa diminta untuk membayar sumbangan sebesar 1,6 juta rupiah untuk pembelian mobil Inova, alat musik, dan komputer.
Baca Juga: Siapa Pemilik Ferrari Merah Seruduk 5 Kendaraan di Senayan? Ini Profilnya
Kasus ini terus menjadi perbincangan hangat di masyarakat Ponorogo, dengan banyak pihak yang menunggu hasil pendalaman dari pemerintah daerah untuk mengambil keputusan yang tepat.