Poptren.suara.com – Tim Khusus (Timsus) telah menetapkan Putri Candrawathi (PC) sebagai tersangka kasus penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Status tersangka ini disampaikan oleh Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen AGUNG Budi Maryoto yang juga sekaligus Ketua Timsus.
"Penyidik telah melaksanakan pemeriksaan mendalam dengan scientific crime investigation. Termasuk dengan alat bukti yang ada dan sudah dilakukan gelar perkara, maka penyidik telah menetapkan saudara PC sebagai tersangka," kata Agung di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta, Jumat (19/8).
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prastyo mengatakan bahwa penyidik akan memeriksa Putri Candrawathi sebagai tersangka pada minggu ini.
"Penyidik dalam minggu ini akan meminta keterangan PC. Infonya seperti itu (pemeriksaan tersangka) dari tim sidik," kata Dedi saat dikonfirmasi di Jakarta, Senin (22/8/2022).
Namun demikian, Dedi belum dapat menginformasi waktu pemeriksaan Putri Candrawathi dilaksanakan.
"Waktunya menunggu info lanjut," ujarnya.
Putri menjadi tersangka kelima dalam kasus pembunuhan berencana Brigadir J.
Empat tersangka yang sudah ditetapkan antara lain Irjen Ferdy Sambo, Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal dan Kuat Ma’aruf.
Baca Juga: Terekam CCTV, Aksi Pencurian Kotak Amal di Cilangkap Kini Jadi Sasaran
Putri ditetapkan menjadi tersangka setelah mendengar keterangan para saksi serta alat bukti yang ada atau fakta penyidikan yang sudah diperoleh penyidik.
Rekaman CCTV yang berhasil ditemukan penyidik memperlihatkan situasi sebelum, sesaat dan sesudah kejadian penembakan Brigadir J.
Komjen Agus Andrianto mengatakan bahwa, Putri sedang berada di lantai tiga saat Bripka Ricky Rizal dan Bharada Richard Eliezer ditanya Ferdy Sambo terkait sanggup atau tidaknya mereka menembak Brigadir J.
Kemudian, Putri juga yang mengajak Bharada Richard Eliezer, Bripka Ricky Rizal, Kuat Ma’ruf, dan Almarhum Brigadir J berangkat ke Duren Tiga. Lalu, bersama suaminya (Ferdy Sambo) menjanjikan uang kepada Richard Eliezer, Ricky Rizal, dan Kuat Ma’ruf.
"(PC) mengikuti skenario yang dibangun FS," kata Agus pada Sabtu (20/8).
Putri Candrawathi dan empat tersangka lainnya disangkakan dengan Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP.