Poptren.suara.com – Presiden Jokowi sudah berjanji akan menyalurkan Subsidi Upah (BSU) sebesar 600.000 kepada para pekerja yang bergaji maksimum Rp 3,5 juta per bulan.
Angka ini turun sebesar 40 persen sebelumnya Rp 1 juta per orang.
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberitahukan informasi ini melalui siaran pers yang muncul dari pertemuannya dengan Presiden Jokowi, Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo dan Mensos Tri Risma di Dinas Sosial. Senin (29/8/2922)
Dalam penguman tersebut, Jokowi akan memberikan bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat, dengan menggunakan subsidi BBM sebesar Rp 24,17 Triliun.
Sri Mulyani juga mengatakan “Bantalan sosial tambahan sebagai pengalihan subsidi BBM sebesar 24,17 triliun, bantalan sosial ini akan disalurkan kepada 20,65 juta kelompok masyarat atau keluarga penerima manfaat dalam bentuk BLT pengalihan subsidi BBM sebesar Rp 12,4 triliun”
BLT ini akan disalurkan oleh Kementerian Sosial Rp 150.000 selama empat kali, kemensos akan menyalurkannya dua kali.
Jokowi juga menginstruksikan untuk membantu 16 juta pekerja di seluruh Indonesia yang bergaji maksima Rp 3,5 juta perbulan. Dengan bantuan sebesar Rp 600.000.
Total anggaran dalam bansos ini mencapai Rp 9,6 triliun. Sri Mulyani juga mengungkapkan bahwa pembayaran bansos dengan jumlah tersebut satu kali kepada para perkerja yang memenuhi syarat.
Pemerintah daerah juga diminta melindungi daya beli masyarakat. kemenkeu akan mengeluarkan aturan yang berisi yakni 2% dana transfer umum, dalam bentuk subsidi untuk masyarakat umum.
Baca Juga: Ada 78 Adegan yang Akan Dilakukan Para Tersangka Kasus Penembakan Brigadir J
Masyarakat akan diberikan tiga jenis bantalan sosial yaitu BLT Rp 150.000, kemudian bantuan subsidi upah Rp 600.000, dan akan dilakukan pembayaran pemerintah daerah.
Diharapkan ini bisa mengurangi tekanan yang dihadapi masyarakat dan akan mengurangi kemiskinan.