Tak Hanya di Malang, Tragedi di Dunia Sepak Bola juga Dialami oleh Deretan Negara ini

Poptren | Suara.com

Sabtu, 08 Oktober 2022 | 15:40 WIB
Tak Hanya di Malang, Tragedi di Dunia Sepak Bola juga Dialami oleh Deretan Negara ini
Gerbang 13 Stadion Kanjuruan menjadi saksi bisu berjatuhannya Aremania-Aremanita (Suara.com/Dimas Angga)

Poptren.suara.com - Sepak bola menjadi salah satu olahraga yang bisa menyatukan masyarakat dari belahan dunia manapun.

Baru-baru ini, adanya kerusuhan bola hingga banyak manusia yang menjadi korban dari tragedi pertandingan sepak bola. Tragedi Kanjuruhan yang terjadi saat Arema vs Persebaya pada Sabtu (1/10/2022).

Tragedi ini merenggut nyawa hingga 130 orang dalam peristiwa tersebut, tak hanya penonton,  dua anggota polisi juga menjadi korbannya.

Tak hanya merenggut nyawa, ratusan orang juga mengalami luka berat dan ringan lainnya. Sontak kejadiaan ini menjadi sorotan global, sebagai salah satu peristiwa sejarah sepak bola yang memakan banyak korban jiwa.

Ternyata, tak hanya di Indonesia saja yang ada tragedi mengenaskan terkait sepak bola yang terjadi di dunia.

1. Mei 1964 Peru

Pertandingan kualifikasi Olimpiade antara Peru vs Argentina yang diadakan di Stadion Nasional di Lima, Peru pada tanggal 24 Mei 1964.

Pertandingan berlangsung sangat sengit, sudah di menit-menit terakhir akhirnya Argentina memimpin dengan skor 1-0, namun tak butuh waktu lama Peru akhirnya bisa menyamakan kedudukan. Banyak penggemar gembir tapi sayangnya wasit menganulir gol tersebut hingga membuat penggemar Peru marah.

Akhirnya salah satu penonton masuk kelapangan dan memukul wasit. Sehingga ia diserang oleh polisi secara brutal dengan tongkat dan anjing, hingga membuat para penggemar bergabung.

Akhirnya pulihan penggemar menyerbu lapangan hingga melemparkan benda ke polisi dan penjabar di bagian bawah. Akhirnya polisi melemparkan gas air mata ke keriminan, hingga mendorong puluhan ribu penonton.

Banyang penggemar yang berlarian ke lorong untuk melarikan diri dari stadion melalu tangga, saat itu juga penonton malah menemukan gerbang baja yang terkunci rapat.

Hingga membuat 328 orang tewas karena sesak nafas dan pendarahan internal, kemungkinan jumlah korban tewas bisa lebih tinggi lagi.

2. Mei 2001 di Ghana

Akhir pertandingan antara Hearts of Oal dan Asante Kotoko, para pertandingan ini polisi juga menembakan gas air mata ke arah suporter yang mengobrak abrik bangku penonton.

Puluhan ribu orang langsung bergegas keluar dan akhirnya kekacauan ini memakan korban hingga 126 orang tewas. Ini menjadi peristiwa sepak bola yang terburuk di Afrika.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Materi Teks Informasi Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Terpopuler: Kecelakaan Maut Tanjakan Nyalindung Sumedang, Sungai Citarik Ngamuk hingga Rusak Rumah Warga

Terpopuler: Kecelakaan Maut Tanjakan Nyalindung Sumedang, Sungai Citarik Ngamuk hingga Rusak Rumah Warga

Jabar | Sabtu, 08 Oktober 2022 | 10:34 WIB

Menpora Beberkan "Jurus" Pemerintah agar Tidak Disanksi FIFA Imbas Tragedi Kanjuruhan

Menpora Beberkan "Jurus" Pemerintah agar Tidak Disanksi FIFA Imbas Tragedi Kanjuruhan

| Sabtu, 08 Oktober 2022 | 10:32 WIB

Terkini

TNI AL Jadikan Kapal Perang 'Taman Bermain' Rakyat di Hari Raya Lebaran

TNI AL Jadikan Kapal Perang 'Taman Bermain' Rakyat di Hari Raya Lebaran

Sulsel | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:41 WIB

Agensi Umumkan Ji Eunho Keluar dari LUN8, Pilih Fokus Pemulihan Kesehatan

Agensi Umumkan Ji Eunho Keluar dari LUN8, Pilih Fokus Pemulihan Kesehatan

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:30 WIB

Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Id: Perlahan Memperbaiki Diri...

Lucinta Luna Pakai Sarung dan Peci saat Salat Id: Perlahan Memperbaiki Diri...

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:28 WIB

Potret Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Berbagai Daerah Indonesia

Potret Pelaksanaan Salat Idul Fitri di Berbagai Daerah Indonesia

Foto | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:26 WIB

Setahun Sekali Aja Masih Gengsi? Minta Maaf Itu Bukan Aib

Setahun Sekali Aja Masih Gengsi? Minta Maaf Itu Bukan Aib

Your Say | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:25 WIB

Live Report: Suasana Pemudik di Hari H Lebaran Idulfitri di Bekasi Kalimalang

Live Report: Suasana Pemudik di Hari H Lebaran Idulfitri di Bekasi Kalimalang

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:18 WIB

Ayah Kenang Momen Vidi Aldiano Takbiran: Suaramu Masih Menggema sampai Akhir Masa

Ayah Kenang Momen Vidi Aldiano Takbiran: Suaramu Masih Menggema sampai Akhir Masa

Entertainment | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:16 WIB

Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar

Status WNI Dean James Jadi Skandal, KNVB: Ini Kasus yang Rumit, Mohon Bersabar

Bola | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:10 WIB

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Live Report: Suasana Pemudik di Stasiun Gambir pada Hari H Idulfitri 2026

Video | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:04 WIB

Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga

Prabowo Tinjau Huntara Korban Bencana Banjir Aceh Usai Salat Id, Cek Fasilitas dan Sapa Warga

News | Sabtu, 21 Maret 2026 | 10:04 WIB