Ditemukan Banyak Kasus Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Memberikan Parasetamol Sirup ke Anak

Poptren

Rabu, 19 Oktober 2022 | 12:36 WIB
Ditemukan Banyak Kasus Gagal Ginjal Akut, IDAI Sarankan Tak Memberikan Parasetamol Sirup ke Anak
Ilustrasi anak sakit ((Pexels/Polina Tankilevitch))

Poptren.suara.com – Telah ditemukan ratusan kasus gagal ginjal akut yang sedang merak menyerang anak-anak.

Banyaknya kasus ini, membuat Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menyarankan masyarakat terutama orangtua agar menghindari  anak-anak untuk mengkonsumsi paracetamol sirup.

Anjuran ini dilaksanakan sampai pemerintah mengetahui penyebab pasti dari gangguan ginjal akut progresif atipikal pada anak.

Berdasarkan keterangan Ketua Umum Pengurus Pusat IDAI Piprim Basarah Yanuarso, di Gambia, Afrika terjadi kasus kematian puluhan anak yang diduga berkaitan dengan tiga produk paracetamol sirup yang mengandung dietilen glikol (DEG) dan etilen glikol (EG).

Meski Pipirim sudah memastikan bahwa obat tersebut tidak beredar di Indonesia.

Adapun produk paracetamol yang ditemukan dalam kasus kematian anak-anak di Gambia berdasarkan informasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), yaitu Makoff Baby Cough Syrup, Kofex Malin Baby Cough Syrup, Magrip N Cold Syrup, dan Promethazine Oral Solution.

Piprim menyarankan para orangtua untuk lebih berhati-hati saat memberikan obat sirup pada anak.

Jika anak mengalami sakit flu dan batuk musiman, disarankan untuk tidak perlu diberi obat. Sebaliknya, ketika sakit tersebut disertai penyakit komorbid seperti asma hingga pneumonia, maka diperlukan penanganan khusus dari dokter.

Agar penyakit gagal ginjal akut ini tidak semakin meningkat, orang tua wajib memantau jumlah dan warna urine yang dikeluarkan oleh sang anak.

baca juga

Hal tersebut dapat dilihat apabila urine berkurang atau berjumlah kurang dari 0,5 ml/kgBB/jam dalam kurun waktu 6-12 jam atau tidak ada urine selama 6-8 kjam, maka anak harus segera dirujuk ke rumah sakit.

Sebelumnya, IDAI menemukan penyakit gagal ginjal akut misterius pada ratusan anak Indonesia. 

Jika pada umumnya penyakit ginjal terjadi karena ada masalah ginjal bawaan, tetapi pada pasien anak dalam kasus tersebut awalnya memiliki ginjal normal.

"Sebagai gambaran, anak-anak yang mengalami penyakit ginjal biasanya ada masalah ginjal bawaan. Tapi pada pasien ini, ginjal awalnya normal. Jadi bukan sesuatu kelainan bawaan. Apakah ini terkait dengan obat-obatan batuk, pilek, atau lainnya? Ini masih hal yang perlu kita dalami lebih lanjut. Yang jelas angka kematiannya cukup tinggi. Orang tua tetap waspada, cuma tidak panik berlebihan," jelas Piprim, dikutip dari Suara.com.

Berdasarkan data IDAI, mayoritas anak yang terkena penyakit gangguan ginjal akut misterius masih berusia balita di bawah 2 tahun dan beberapa anak berusia belasan tahun.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Satu Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Banyumas, IDAI Masih Lacak Penyebabnya

Satu Kasus Gagal Ginjal Akut Ditemukan di Banyumas, IDAI Masih Lacak Penyebabnya

News | Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:52 WIB

Kemenkes Larang Semua Apotek Menjual Obat Sirup

Kemenkes Larang Semua Apotek Menjual Obat Sirup

Health | Rabu, 19 Oktober 2022 | 11:40 WIB

Terkini

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:52 WIB

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:32 WIB

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 23:03 WIB

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:51 WIB

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:46 WIB

3  Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:42 WIB

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km

News | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:41 WIB

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2

Banten | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:30 WIB

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel

Sumsel | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:21 WIB

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026

Bola | Kamis, 25 Juni 2026 | 22:05 WIB