Poptren.suara.com – Hasto Kristiyanto selaku Sekretaris Jendral PDI Perjuangan, mengatakan bahwa tak boleh ada kader PDI Perjuangan yang mendahului keputusan dari Megawati Soekarnoputri prihal calon presiden dan calon wakil presiden.
"Siapapun yang menyebut nama capres atau cawapres dari PDI Perjuangan sebelum Ibu Megawati menetapkan calon akan diberi sanksi," kata Hasto di Jakarta, hari ini.
"Saya, Pak Djarot, Pak Rudy Solo dan seluruh kader partai juga akan mendapat sanksi disiplin jika melanggar ketentuan tersebut."
Ia juga mengatakan bahwa penentuan calon presiden dan calon wakil presiden, sudah memiliki mekanismenya sehingga para kader harus mematuhi peraturan tersebut.
"Jadi harus sangat jelas bahwa capres dan cawapres akan diumumkan pada momentum yang tepat dan itu adalah ranah ibu ketua umum," katanya.
Hasto juga mengingatkan bahwa dahulu Presiden Joko Widodo juga mengikuti mekanisme yang berlaku di PDI Perjuangan saat ditunjuk menjadi calon presiden.
"Sekiranya yang Pak Rudy menyatakan, siapapun, bukan hanya Pak Rudy, Pak Djarot Saiful Hidayat, kalau menyatakan si A itu capres. Maka itu adalah pelanggaran. Jadi siapapun itu. Pak Djarot, saya dan siapapun," kata Hasto.
Pernyataan Hasto disampaikan setelah Ganjar Pranowo menyatakan kesiapan maju menjadi calon presiden jika diusung PDI Perjuangan.
Ganjar tak menyalahi aturan yang sudah dibuat oleh PDI Perjuangan, ia menyatakan akan tetap menjaga etika politik dan menghormati keputusan partai.
Baca Juga: Serupa Tapi Tidak Sama, Ini Perbedaan Demam Berdarah dan Chikungunya!