Benarkah Nasi Putih adalah "Musuh Bebuyutan" Penyakit Diabetes ?

Poptren | Suara.com

Selasa, 15 November 2022 | 10:15 WIB
Benarkah Nasi Putih adalah "Musuh Bebuyutan" Penyakit Diabetes ?
Nasi putih (Freepik)

Poptren.suara.com - Nasi putih selalu dikaitkan dengan penyakit diabetes karena zat yang terkandung dalam nasi putih dianggap menambah kadar gula dalam darah. Tapi tidak semua penelitian mengungkapkan bahwa nasi putih adalah makanan terburuk. Laman Times of India menuliskan, pada tahun 2012 sebuah studi menemukan bahwa setiap tambahan porsi nasi putih, meningkatkan resiko diabetes sebesar 11%, tapi tergantung tempat dan negara.

Studi yang dilakukan pada 45.000 peserta dan tidak ditemukan peningkatan signifikan diabetes dengan konsumsi nasi putih. Sedangkan pada tahun 2020, hasil penelitian menunjukkan konsumsi nasi putih bisa menimbulkan risiko diabetes dan lebih umum terjadi di populasi Asia selatan.

Studi yang dilakukan dan dipimpin oleh Bhavadharini Balaji dari Population Health Research Institute, Hamilton Health Sciences dan Universitas McMaster, Kanada, pada sekitar 130.000 orang dewasa selama 10 tahun di 21 negara, menunjukkan hasil yang berbeda tentang nasi putih. Studi tersebut dipublikasikan dalam jurnal Diabetes Care.

Nutrisi dalam nasi putih menghilang saat proses penggilingan dan pembersihan, yang mengakibatkan kenaikan kadar gula darah akibat indeks glikemik yang tinggi.

Penduduk Asia selatan cenderung memiliki gen keturunan diabetes serta akibat gaya hidup. Data tersebut merupakan data perbandingan antara negara India, Bangladesh, dan Pakistan, dengan peserta penelitian yang berusia antara 35 sampai 70 tahun.

Konsumsi beras paling tinggi ada di negara Asia, yaitu Asia Selatan sebesar 630 gram sehari, disusul Asia Tenggara dan China sebesar 238gr dan 200gr per hari. Konsumsi yang tinggi ini dikaitkan dengan konsumsi makanan rendah serat, produk susu, dan daging.

China dan India menjadi dua negara terbesar di dunia yang menjadikan nasi putih sebagai makanan pokok, namun tidak menemukan kaitan antara makan nasi putih dengan penyakit diabetes di China. Besar kemungkinan karena gaya hidup disana tidak sama.

Penelitian menunjukkan  bahwa mengganti nasi putih dengan beras merah bisa menurunkan indeks glikemik sebesar 23% serta bisa menurunkan respons insulin puasa sebesar 57% pada orang India di Asia yang kelebihan berat badan. Sementara orang yang mengonsumsi nasi putih sebagai makanan pokok dapat memadukan dengan jenis makanan lain, seperti kacang-kacangan dan sayuran hijau untuk menurunkan risiko diabetes.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Kebiasaan Baru untuk Hidup yang Lebih Baik, Terapkan dari Sekarang!

4 Kebiasaan Baru untuk Hidup yang Lebih Baik, Terapkan dari Sekarang!

Your Say | Senin, 14 November 2022 | 20:33 WIB

Sudah Teruji Lewat Penelitian, Gula Darah Pasien Diabetes Bisa Turun Jika Rutin Gunakan Aplikasi Digital

Sudah Teruji Lewat Penelitian, Gula Darah Pasien Diabetes Bisa Turun Jika Rutin Gunakan Aplikasi Digital

Health | Senin, 14 November 2022 | 20:30 WIB

Terkini

Pemprov Sulsel Genjot Program MYP untuk Perbaikan Jalan Strategis

Pemprov Sulsel Genjot Program MYP untuk Perbaikan Jalan Strategis

Sulsel | Senin, 25 Mei 2026 | 15:35 WIB

Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam

Sanksi Tegas Tawuran: 40 KJP Siswa Jakarta Melayang, Tapi Harapan Sekolah Tak Boleh Padam

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:33 WIB

Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?

Wamenkeu Ungkap 3 Sumber Krisis Ekonomi Negara, Gimana Nasib RI?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:33 WIB

Antusiasme Dukungna Bobotoh Bikin Eliano Reijnders Geleng-geleng Kepala

Antusiasme Dukungna Bobotoh Bikin Eliano Reijnders Geleng-geleng Kepala

Bola | Senin, 25 Mei 2026 | 15:31 WIB

Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran

Kesbangpol Bantul Kaji Legalitas Tempat Ibadah GMS Usai Dugaan Aksi Pembubaran

Jogja | Senin, 25 Mei 2026 | 15:30 WIB

4 Warga Kehilangan Nyawa Imbas Listrik Padam di Sumatera

4 Warga Kehilangan Nyawa Imbas Listrik Padam di Sumatera

Sumut | Senin, 25 Mei 2026 | 15:30 WIB

Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?

Beleid E-Commerce Segera Rampung, Apa Poin Utamanya?

Bisnis | Senin, 25 Mei 2026 | 15:29 WIB

Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor

Didampingi Haris Azhar, Anggota Ombudsman Yeka Hendra Fatika Diperiksa Kejagung Soal Skandal Migor

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:27 WIB

3 Cushion Terbaik yang Murah dan Tahan Lama, Jadikan Kulit Cerah Natural

3 Cushion Terbaik yang Murah dan Tahan Lama, Jadikan Kulit Cerah Natural

Riau | Senin, 25 Mei 2026 | 15:27 WIB

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

Kucurkan Rp100,1 Triliun untuk Rehab-Rekon Sumatera Pasca Bencana, Mendagri: Target Rampung 2028

News | Senin, 25 Mei 2026 | 15:22 WIB