Mengenal Edelweis Jawa, Flora Endemik yang Kian Terancam Punah

Poptren | Suara.com

Senin, 20 Februari 2023 | 13:05 WIB
Mengenal Edelweis Jawa, Flora Endemik yang Kian Terancam Punah
Bunga edelweis jawa. (Taufik Ngguh Hidayat/Flickr)

Poptren.suara.com - Bunga Edelweis Jawa atau yang juga dikenal dengan nama bunga Sumbing atau bunga Sempulur adalah bunga endemik yang hanya tumbuh di pegunungan tinggi di Jawa Tengah, Indonesia.

Tanaman ini memiliki daya tarik karena bunga putihnya yang indah dan sangat populer di kalangan pecinta alam dan para penjelajah gunung. Dengan nama ilmiah Anaphalis javanica, bunga ini dapat ditemukan di beberapa gunung tinggi di Jawa Tengah, seperti Gunung Sumbing, Gunung Merbabu, dan Gunung Merapi.

Tanaman ini tumbuh di daerah sub-alpine dan alpine, di mana suhu dingin dan curah hujan yang tinggi membuat lingkungan yang sempurna untuk tumbuh.

Bunga edelweis jawa dikenal karena keindahan dan daya tahan yang luar biasa, serta memiliki ciri khas mahkota berwarna putih keabuan yang tahan lama dan tidak mudah layu. Lain itu, bunga ini juga memiliki bau harum yang menenangkan dan menjadi favorit di kalangan para pecinta alam dan fotografer.

Bunga ini seringkali dijadikan sebagai simbol keberanian dan keuletan. Tanaman ini tumbuh di kondisi lingkungan yang sulit dan dapat bertahan hidup di bawah kondisi yang ekstrem, seperti suhu dingin, dan angin kencang. 

Oleh karena itu, bunga edelweis jawa sering digunakan sebagai lambang semangat juang dan kekuatan dalam menghadapi tantangan hidup.

Ancaman Kepunahan Edelweis Jawa

Populasi edelweis jawa [Zazat Zaenal Mutakin/Flickr]
Populasi edelweis jawa (sumber: Zazat Zaenal Mutakin/Flickr)

Dengan pesona keindahan dan keunikannya, nyatanya bunga edelweis jawa termasuk tanaman yang langka dan terancam kepunahan karena perburuan liar dan perusakan habitat.

Oleh karena itu, pemerintah Indonesia dan beberapa LSM telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi tanaman ini dan mempromosikan program konservasi.

Pemerintah pun telah membatasi perburuan liar dan mengeluarkan peraturan yang mengatur perlindungan terhadap tanaman ini. LSM juga telah meluncurkan kampanye untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya melestarikan lingkungan dan menjaga keanekaragaman hayati.

Bunga Edelweis Jawa juga memiliki manfaat medis. Tanaman ini telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati berbagai penyakit, seperti sakit kepala, sakit perut, dan radang tenggorokan.

Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa bunga Edelweis Jawa memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi.

Dalam budaya Jawa, bunga edelweis jawa dianggap sebagai simbol keabadian dan kekuatan spiritual. Tanaman ini juga dianggap sebagai lambang cinta dan kesetiaan. Bunga edelweis jawa sering digunakan dalam upacara adat, seperti pernikahan, upacara kematian, dan acara-acara keagamaan.

Untuk menanam bunga edelweis jawa, dibutuhkan keahlian khusus dan perawatan yang baik. Tanaman ini membutuhkan sinar matahari yang cukup dan tanah yang gemburukan, serta membutuhkan suhu dingin yang stabil.

Oleh karena itu, bunga edelweis jawa cocok ditanam di daerah yang beriklim dingin dan memiliki ketinggian yang cukup tinggi.

Tindakan Pelestarian Edelweis Jawa

Edelweis jawa yang tumbuh di kaki Gunung Semeru. [AngstyRandi/Flickr]
Edelweis jawa yang tumbuh di kaki Gunung Semeru. (sumber: AngstyRandi/Flickr)

Untuk menjaga kelestarian bunga edelweis jawa, tentu ya kita perlu melakukan beberapa tindakan. Pertama, kita harus menghentikan perburuan liar dan perdagangan tanaman secara ilegal. Kedua, kita harus mempromosikan program konservasi dan menjaga kelestarian habitat alami tanaman ini.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Hari Paus Internasional, Seperti Apa Upaya Konservasi Paus di Dunia?

Hari Paus Internasional, Seperti Apa Upaya Konservasi Paus di Dunia?

| Senin, 20 Februari 2023 | 10:33 WIB

Agar Bisa Menggandeng Investor, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Kembangkan Potensi Unggulan

Agar Bisa Menggandeng Investor, Ganjar Minta Kepala Daerah di Jateng Kembangkan Potensi Unggulan

Jawa Tengah | Kamis, 16 Februari 2023 | 14:21 WIB

Mengejutkan! Hewan-Hewan yang Sudah Dianggap Punah Ini Muncul Kembali

Mengejutkan! Hewan-Hewan yang Sudah Dianggap Punah Ini Muncul Kembali

| Selasa, 07 Februari 2023 | 16:03 WIB

Terkini

Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia

Update Daftar Nama 81 Korban Kecelakaan KA Argo Bromo Vs KRL, 7 Meninggal Dunia

Lifestyle | Selasa, 28 April 2026 | 08:06 WIB

Gerindra Kaltim Sentil Rudy Mas'ud, Singgung Nepotisme hingga Evaluasi Anggaran

Gerindra Kaltim Sentil Rudy Mas'ud, Singgung Nepotisme hingga Evaluasi Anggaran

Kaltim | Selasa, 28 April 2026 | 08:04 WIB

Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Rupiah Sentuh Rp17.211, Laba Bersih Emiten Mark Dynamic Meningkat

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 08:02 WIB

Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Jadi 7 Orang

Korban Tewas Tabrakan Kereta Api di Stasiun Bekasi Timur Jadi 7 Orang

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:56 WIB

Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!

Target 4 Tahun Jadi 1,5 Tahun, DPR Puji Kecepatan Mentan Amran Wujudkan Swasembada Beras!

News | Selasa, 28 April 2026 | 07:56 WIB

Lebih dari Kebaya, BRI Blora Maknai Hari Kartini sebagai Simbol Kesetaraan di Era Perbankan Modern

Lebih dari Kebaya, BRI Blora Maknai Hari Kartini sebagai Simbol Kesetaraan di Era Perbankan Modern

Jawa Tengah | Selasa, 28 April 2026 | 07:50 WIB

Bungo Stray Dogs Wan! 2 Tayang Juli 2026, Deretan Karakter Baru Hadir

Bungo Stray Dogs Wan! 2 Tayang Juli 2026, Deretan Karakter Baru Hadir

Your Say | Selasa, 28 April 2026 | 07:50 WIB

Viral Kesaksian Petugas KAI Sesaat setelah Kecelakaan: Dugaan Sinyal Eror, Kecepatan 110

Viral Kesaksian Petugas KAI Sesaat setelah Kecelakaan: Dugaan Sinyal Eror, Kecepatan 110

Tekno | Selasa, 28 April 2026 | 07:44 WIB

Program PINTAR OJK Resmi Hadir, Ini Cara Baru Investasi Reksa Dana yang Aman

Program PINTAR OJK Resmi Hadir, Ini Cara Baru Investasi Reksa Dana yang Aman

Bisnis | Selasa, 28 April 2026 | 07:43 WIB

Kehadiran Raffi Ahmad di TKP Kecelakaan KRL - Argo Bromo Anggrek Picu Tanda Tanya: Apa Hubungannya?

Kehadiran Raffi Ahmad di TKP Kecelakaan KRL - Argo Bromo Anggrek Picu Tanda Tanya: Apa Hubungannya?

Entertainment | Selasa, 28 April 2026 | 07:39 WIB