Di Tengah Kebutuhan SDM Data Sains, Yayasan Ini Beri Kursus Data Sains Secara Gratis

Poptren

Selasa, 07 Maret 2023 | 13:04 WIB
Di Tengah Kebutuhan SDM Data Sains, Yayasan Ini Beri Kursus Data Sains Secara Gratis
Yayasan Komunitas Open Source. (Istimewa)

Poptren.suara.com - Indonesia adalah salah satu negara dengan potensi sumber daya alam yang sangat besar. Namun, untuk dapat memanfaatkan potensi tersebut secara optimal, Indonesia membutuhkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidang sains dan teknologi, terutama dalam pengolahan dan analisis data.

Dalam era digital dan industri 4.0 seperti sekarang ini, data menjadi salah satu aset yang sangat berharga. Namun, pengolahan dan analisis data tidaklah mudah. Dibutuhkan kemampuan dan keterampilan khusus untuk dapat memahami dan memanfaatkan data secara efektif.

Sayangnya, di Indonesia masih kurangnya jumlah SDM yang memiliki kemampuan dan keterampilan dalam bidang data sains. Hal ini menjadi kendala dalam pengembangan dan pemanfaatan potensi sumber daya alam yang ada di Indonesia.

Berdasarkan riset dari Bank Dunia tahun 2018, Indeks Sumber Daya Manusia (Human Capital Index/HCI) Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara.

Nilai HCI Indonesia adalah 0,53 tertinggal dari beberapa negara Asia Tenggara. HCI pada dasarnya adalah ukuran bagaimana kondisi pengetahuan, ketrampilan, dan kesehatan, untuk dapat mendukung produktivitas SDM.

Hal itu tentu selaras dengan apa yang dikatakan Nadiem Makarim, Meteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, yang mengatakan, “ Di era digital, hanya data yang berbicara sehingga jika orang tidak bisa menganalisa data, orang yang tidak bisa melihat chart, melihat trend secara critical, dia akan tertinggal”.  

Data Sains dan masa depan SDM Indonesia

Para pembelajar data sains di Yayasan Komunitas Open Sorce [Istimewa]
Para pembelajar data sains di Yayasan Komunitas Open Sorce (sumber: Istimewa)

Teknologi inovasi seperti Artificial Intelligence (AI), Machine Learning (ML), Data Science/data sains (ilmu data), Internet of Things (IoT), saat ini telah berkembang pesat di Industri Indonesia. Semua itu membutuhkan pengolahan data dalam pembelajaran mesin (ML) atau untuk mengambil keputusan.

Pendek kata, big data yang diolah dengan ilmu data menjadi senjata tajam dalam kegiatan bisnis dan persaingan global.

Salah satu SDM yang saat ini cukup dibutuhkan adalah data sains, yang merupakan studi tentang data dengan pengembangan metode mendapatkan, menyimpan, dan menganalisis data, untuk secara efektif mengekstrak menjadi informasi yang berguna.

baca juga

Tujuan data sains adalah untuk memperoleh wawasan (data insight) dan pengetahuan dari semua jenis data. Kondisi ini tentu perlu menyelaraskan dengan kondisi global mengenai kebutuhan sumber daya di bidang data sains.

Sejatinya, Indonesia juga membutuhkan SDM yang berbakat dalam pengolahan dan pemanfaatan data untuk mendukung pengembangan industri, bisnis, dan implementasi kebijakan di pemerintahan, sektor publik, dan berbagai kebutuhan industri lainnya. 

Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan jumlah dan kualitas SDM yang mampu mengolah dan menganalisis data dengan baik. Hal ini dapat dilakukan dengan meningkatkan pendidikan dan pelatihan di bidang sains dan teknologi, terutama dalam bidang pengolahan data.

Pembelajaran data sains secara gratis

Yayasan Komunitas Open Source. [Istimewa]
Yayasan Komunitas Open Source. (sumber: Istimewa)

Sayangnya, belajar data sains bukan perkara gampang lagi murah. Noble Desktop menggambarkan biaya yang dibutuhkan untuk menjalani kursus atau mempelajari data sains secara intensif yakni berkisar antara USD3.000 (Rp46 juta) hingga USD5.000 atau sekitar Rp76 juta.

Sebuah nominal yang tak murah, terlebih tak banyak mahasiswa di Indonesia yang memiliki tingkat ekonomi tinggi untuk bisa kursus semahal itu.

Berangkat dari angka-angka tadi, serta bertujuan untuk menggenjot jumlah SDM dibidang ilmu data, salah satu yayasan di wilayah Jatiwaringin, Bekasi, Jawa Barat, memberikan sebuah peluang dengan menyediakan pembelajaran data sains secara gratis.

Adalah Yayasan Komunitas Open Source yang telah berdiri selama 8 tahun (sejak 2015), yang rutin memberikan pembelajaran data sains secara gratis, baik melalui daring maupun luring.

Pembelajaran daring ilmu data dari Yayasan Komunitas Open Source biasanya dilakukan saban pekan dengan beberapa pengajar atau narasumber.

Arief Rama Syarif, sosok di balik gerakan belajar data sains secara gratis menyatakan bahwa apa yang dilakukan oleh Yayasan komunitas Open Source adalah untuk menumbuhkan dan menggenjot komunitas- komunitas SDM berbasis data.

Ia juga menyebut bahwa dalam mempelajari ilmu data tak serumit yang dibayangkan. Hanya saja perlu konsistensi dan kemauan yang kuat.

"Gak perlu jadi ahli IT untuk belajar data sains. Banyak komponen penunjang yang bisa digunakan untuk belajar ilmu data, dimulai dari cara sederhana, melakukan uji coba, melakukan pendalaman, hingga pada ujungnya kita akan mendapatkan insight,'' bebernya pada Poptren beberapa waktu lalu.

Sosok yang merupakan dosen, praktisi data, dan narasumber di beberapa acara literasi data dan digital ini juga berharap bahwa talenta-talenta muda di Indonesia yang mahir mengolah data harus terus bertambah, seiring dengan kebutuhan industri.

Beberapa muridnya yang pernah ia tempa, kini sebagiannya telah menjalani tantangan dengan mengerjakan analisa data di industri logistik, lainnya menjadi mentor di salah satu jenama internasional, Amazon Web Service (AWS).

"Pintu yayasan akan selalu terbuka bagi mereka yang mau konsisten belajar. Gak perlu mikirin biaya dan fasilitas, karena kami sediakan semua. Yang penting cukup modal semangat belajar dan mau berbagi ilmu," pungkasnya.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Kominfo Gelar Pelatihan Data Science untuk Anak SD

Kominfo Gelar Pelatihan Data Science untuk Anak SD

Tekno | Minggu, 24 Juli 2022 | 03:05 WIB

Kominfo: Generasi Muda Belum Sadar Pentingnya Ilmu Data

Kominfo: Generasi Muda Belum Sadar Pentingnya Ilmu Data

Tekno | Sabtu, 23 Juli 2022 | 23:14 WIB

4 Rekomendasi Website Gratis untuk Belajar Data Science

4 Rekomendasi Website Gratis untuk Belajar Data Science

Your Say | Rabu, 02 Februari 2022 | 08:29 WIB

Terkini

Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta PengusahaUltramikro

Makin Kuat Bersama Danantara, PNM Perluas Harapan bagi 23,1 Juta PengusahaUltramikro

Riau | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:07 WIB

Kecelakaan Mobil vs Truk di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terungkap

Kecelakaan Mobil vs Truk di Taput Bikin Pengiriman 112 Kg Ganja dari Madina ke Medan Terungkap

Sumut | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:05 WIB

Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei

Tanpa Ribet, Ini Cara Install Aplikasi Google di Tablet Huawei

Tekno | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:03 WIB

Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif

Tak Melulu Olahraga Ekstrem! Red Bull Cari Atlet Muda Indonesia untuk Dapat Mentoring Eksklusif

Sport | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:00 WIB

3 Sabun Cuci Muka Marina yang Bisa Cerahkan Kulit Tanpa Rasa Ketarik, Lengkap Review Pengguna

3 Sabun Cuci Muka Marina yang Bisa Cerahkan Kulit Tanpa Rasa Ketarik, Lengkap Review Pengguna

Lifestyle | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:00 WIB

Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi

Guru Besar UMY: Masa Depan Politik Gibran Masih Bergantung pada Bayang-Bayang Jokowi

Video | Rabu, 24 Juni 2026 | 19:00 WIB

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

Sejarah Baru! Rakyat Bisa Pilih Sendiri Logo HUT ke-81 RI, Prabowo Siapkan Hadiah Undangan ke Istana

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:47 WIB

Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors

Marco Bezzecchi vs Marshal: Valentino Rossi Tak Menyangka Muridnya Diskors

Your Say | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:45 WIB

Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026

Adu Penalti Bisa Berubah Total! FIFA Ajukan Regulasi Baru untuk Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:39 WIB

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

Kemensos Gandeng TNI, 1.000 Taruna Akmil Siap Bina Siswa Sekolah Rakyat

News | Rabu, 24 Juni 2026 | 18:35 WIB