Mengenal Modus Kejahatan SIM Swap yang Bisa Menguras Data dan Isi Kantong Kamu

Poptren

Kamis, 02 Maret 2023 | 14:57 WIB
Mengenal Modus Kejahatan SIM Swap yang Bisa Menguras Data dan Isi Kantong Kamu
Ilustrasi penjahat digital. (Tech Announcer/Flickr)

Poptren.suara.com - Banyak ragam modus kejahatan di tengah kemajuan teknologi sudah semakin canggih ini. Para oknum sekarang sudah bisa masuk ke data pribadi seseorang, mengambil alih, lalu membobol rekening bank yang dimiliki korban.

Aksi kejahatan ini bisa dilakukan dengan modus SIM Swap atau menukar nomor ponsel dari orang lain.

Kejahatan model anyar ini kabarnya sudah memakan banyak korban dengan total kerugian hingga miliaran rupiah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bahkan sampai memberikan peringatan untuk seluruh masyarakat agar lebih berhati-hati.

Lantas, apa sebenarnya modus kejahatan SIM Swap ini? Simak penjelasannya di bawah ini!

SIM ponsel memang sudah menjadi penyimpan data pribadi bagi banyak orang. Pasalnya, masing-masing orang memiliki nomor ponsel berbeda yang didapat dari kartu SIM ponselnya.

bahkan, nomor nomor ponsel yang berada dalam SIM ini nantinya bisa digunakan orang untuk berbagai keperluan, salah satunya transaksi perbankan digital. Karena setiap digital, pihak bank membutuhkan data nomor ponsel nasabah untuk proses verifikasi data saat akan melakukan transaksi.

Hal serupa juga dibutuhkan saat nasabah mau mengakses aplikasi mobile banking. Sebut saja untuk login atau mengirimkan One Time Password (OTP) agar bisa menyelesaikan transaksi. Hal inilah yang membuat keberadaan nomor ponsel sangat penting bagi pemiliknya.

Bagaimana modus ini beroperasi?

Saat ini, modus kejahatan SIM Swap muncul guna mendapatkan segala data dari korbannya. Menurut data Kominfo, modus penipuan SIM Swap ini sudah terjadi pada 2017 di Australia. Pelaku melakukan penukaran kartu SIM milik seseorang ke kartu SIM baru dengan memindahkan data-datanya.

baca juga

Data milik korban dikumpulkan dengan cara phising. Pelaku mengirimkan situs palsu palsu ke korban untuk mendapatkan data miliknya. Data juga bisa didapatkan dari transaksi dengan menggunakan jaringan umum yang tidak terenkripsi atau tidak terlindungi secara digital.

Setelah data didapatkan, pelaku bakal memindahkannya ke SIM card baru dan mengaktifkannya dengan data milik korban. Hingga pada akhirnya SIM card korban jadi tidak berfungsi, dan pelaku kejahatan akan mengirimkan OTP ke SIM milik korban untuk membobol rekening korban.

Apa yang harus dilakukan saat Jadi Korban SIM Swap dan bagaimana mencegahnya?

Modus kejahatan ini bisa terjadi kepada siapa pun. Karena itu, penting untuk mengetahui langkah yang perlu dilakukan saat menjadi korban.

Mengutip laman resmi BCA, Berikut hal-hal yang perlu dilakukan:

1. Lakukan pemblokiran nomor ponsel melalui call center operator SIM card.
2. Blokir rekening perbankan dan seluruh layanannya, termasuk mobile banking, SMS banking, dan internet banking.
3. Laporkan tindakan kejahatan kepada pihak bank dan tentunya pihak yang berwajib.
4. Melakukan pelaporan perlindungan konsumen kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia.

Langkah Pencegahan Modus Kejahatan SIM Swap

1. Tidak membagikan data apa pun,
2. Ganti password secara berkala,
3. Mengaktifkan notifikasi transaksi,
4. Tidak mengeklik link mencurigakan, dan
5. Tidak mudah tergiur dengan penawaran

Nah, itu dia tadi informasi terkait modus kejahatan SIM Swap yang makin marak terjadi. Sebagai pemilik rekening, ada baiknya kamu mengecek transaksi di rekening pribadi secara berkala. 

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Arief Rama Syarif: Memahami Data Jadi Bekal Generasi Muda di Masa Depan

Arief Rama Syarif: Memahami Data Jadi Bekal Generasi Muda di Masa Depan

Poptren | Rabu, 01 Februari 2023 | 12:20 WIB

Buat Akun Twitter Baru, Hacker Bjorka Lanjutkan Aksinya Membobol Data

Buat Akun Twitter Baru, Hacker Bjorka Lanjutkan Aksinya Membobol Data

Poptren | Senin, 12 September 2022 | 10:14 WIB

BSSN Gandeng Tim Siber Polri Untuk Hadapi Hacker Bjorka

BSSN Gandeng Tim Siber Polri Untuk Hadapi Hacker Bjorka

Poptren | Minggu, 11 September 2022 | 14:35 WIB

Waduh! TikTok Disebut Bisa Rekam Data Pengguna dari Ketikan Keyboard

Waduh! TikTok Disebut Bisa Rekam Data Pengguna dari Ketikan Keyboard

Poptren | Rabu, 24 Agustus 2022 | 09:50 WIB

Terkini

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

74 Kontraktor SPPG Minta Kepastian Pembayaran dan Penyelesaian Administrasi Proyek

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 22:53 WIB

×