Poptren.suara.com - Gelaran event Motor Trail yang diselenggarakan oleh Paguyuban Putra Murni Kurnia Trail Adventure Feat TRAMAX"SS pada akhir pekan lalu (5/3/2023), di Bandung, Jawa Barat, menyita perhatian publik dan aktivis lingkungan hidup.
Pasalnya, kegiatan tersebut mengakibatkan kerusakan lahan edelwies rawa di Kampung Cai Ranca Upas, Kecamatan Rancabali, Bandung.
Meski event itu membuat geger, nyatanya para penyelenggara telah mengantongi izin dari berbagai pihak, mulai dari kantor Desa, Kecamatan, Kepolisian, hingga Perhutani.
Terkait hal tersebut, akun instagram @indoflashlight melakukan penelusuran perizinan event, dan kemudian informasi soal perizinan--di posting di akun instagram mereka--dikirimkan langsung oleh perwakilan aktivis pencinta alam Se-Jawa Barat.
Beberapa izin yang dikeluarkan berasal dari:
1. Polsek Ciwidey
2. Kantor Desa Patengan
3. Kantor Kecamatan Rancabali
4. Danramil Ciwidey
5. Perkebunan Nusantara VIII
6. Perhutani
Aktivis pencinta alam se-Jawa barat bahkan mengecam perizinan kegiatan off-road di tempat yang merupakan kawasan konservasi flora dan fauna, karena dapat merusak ekosistem alam.
"Ketika sudah mengetahui perizinan ini sekiranya masyarakat lebih paham siapa yang bertanggung jawab atas kerusakan yang terjadi," tulis @indoflashlight
Meski memberikan izin, ternyata beberapa surat itu menekankan beberap hal terkait event off-road tersebut. Seperti surat dari Kantor Desa Patengan yang menyebut adanya larangan kerusakan dan kerusuhan.