Poptren.suara.com - Ramai menjadi perbincangan di jagat maya terkait gaya hedon istrinya, Sekda Riau SF Hariyanto akhirnya buka suara. Seperti diketahui hidup glamor istrinya viral sejak foto-foto dirinya yang mengumbar gaya hidup mewah diunggah ulang oleh akun Twitter @PartaiSosmed
Beberapa foto yang viral itu memperlihatkan istrinya memakai tas mewah, sepeda brompton, makan di restoran mewah hingga perjalanan liburannya ke Turki.
Di hadapan wartawan, SF Haryanto menyampaikan klarifikasinya terkait barang-barang mewah tersebut. Ia mengatakan jika tas yang dipamerkan istrinya bukanlah produk asli alias produk palsu atau KW.
"Saya coba sampaikan karena sudah saya kroscek langsung tentang hal-hal tersebut, misalnya untuk tas salah satu brand yang disebutkan seharga ratusan juta, itu sangat tidak benar. Karena itu barang KW,” kata Anto begitu biasa ia disapa.
Harga tas tersebut juga diakui oleh Anto, tidak mencapai ratusan juta rupiah, seperti yang diberitakan. Menurutnya harga tas-tas yang dipakai oleh istrinya berkisar antara Rp 2 juta hingga Rp 5 juta rupiah dan dibeli di sebuah toko di kawasan Mangga Dua, Jakarta.
“Dibeli dengan harga berkisar antara Rp 2 juta sampai dengan Rp 5 juta di toko lorient_second lantai satu Mangga Dua Jakarta, itu tokonya masih ada, silakan dikroscek kalau ingin melihatnya," jelas Sekda Riau ini.
Namun sebagian warganet seakan tak percaya bahwa tas-tas yang dipakai istri Anto merupakan KW. Seprti inilah tanggapan beberapa warganet terkait klarifikasi SF Haryanto.
“Mosok ya, istri pejabat make barang KW? kalaupun iya KW, bukannya itu ilegal pak? seorang istri sekda lho ini, membeli dan menggunakan produk ilegal,” tulis warganet dikutip dari akun Twiter @PartaiSosmed.
“Mana mungkin barang kw,” kata warganet yang lain.
Baca Juga: Dituding Hilangkan Bangunan Lama Lokananta, Sabarnya Gibran Jawab 'Sayangku' Disorot
SF Hariyanto juga mengaku bahwa foto-foto yang beredar di akun instagram istrinya yang menjadi viral tersebut merupakan koleksi foto-foto lama dari tahun 2017-2019. Saat itu dirinya masih bertugas di Kementerian Pekerjaan Umum RI.