Namun, tenyata hal tersebut malah membuat Hamka terkena tembak. Beruntung, Hamka selamat dan akibat jasanya tersebut, Hamka pindah ke Jakarta dan mendirikan Al-Azhar.
Namun Hamka difitnah terlibat dalam usaha pemberontakan pada Soekarno. Hamka ditangkap dan disiksa untuk menandatangani surat pengakuan.
Hamka bertahan dan mendapatkan hikmahnya membuat kitab yang paling berpengaruh dalam pendidikan islam, tafsir AlAzhar.
Volume III
Pada bagian ke tiga ini, kita akan mengenal Hamka sebagai sosok anak lelaki kecil yang besar di Maninjau, Sumatera Barat.
Hamka kecil sudah menunjukkan minat yang besar terhadap tradisi dan sastra, hingga mengabaikan pendidikannya di pesantren.
Hal ini membuat Hamka kecil seringkali berbentur dengan Ayahnya, Haji Rasul. Pertikaian dengan ayahnya semakin meruncing ketika ibunya memilih untuk bercerai dengan Ayahnya.
Hamka memutuskan untuk pergi belajar ke Mekkah dan naik haji dengan usahanya sendiri. Di sana, Hamka belajar berorganisasi, menemukan sistem manasik haji (atas restu Raja Arab), dan mendapatkan misi terbesar dalam hidupnya, membangun Islam di Indonesia.
Namun, hal itu tidak mudah dilakukan, karena ayahnya tidak begitu saja mengakui kemampuan Hamka. Di tengah keresahannya, Hamka bertemu dengan Siti Raham, seorang perempuan luar biasa yang menjadi sumber inspirasi romans terbesar dalam hidupnya.
Baca Juga: Kevin Sanjaya dan Valencia Tanoesoedibjo Menikah di Paris Hari Ini
![Produser, sutradara dan para pemain film Buya Hamka [Tomy Tresnady]](https://media.suara.com/suara-partners/poptren/thumbs/1200x675/2023/03/23/1-buya-hamka-film-tomi.jpeg)
Bisa Memberikan Pesan Positif
Produser Falcon Pictures, Frederica berharap film ini menjadi sebuah karya yang bisa memberikan pesan positif kepada semua generasi.
"Film ini bisa dinikmati oleh seluruh keluarga dari generasi Z hingga generasi orangtua. Perjuangan hidup Buya Hamka menginspirasi, dari semangat belajarnya yang otodidak dan perjalanan beliau di berbagai periode yang penuh romantika dan sangat menarik. Film yang sangat dibutuhkan sebagai pencerahan kehidupan yang amanah untuk semua orang," terangnya.
Sementara itu, Produser Starvision, Chand Parwez mengungkapkan, film Buya Hamka merupakan film keluarga yang bisa ditonton semua kalangan.
"Buya Hamka telah begitu dinanti, dan diharapkan menjadi Film nasional yang bisa meraih sukses di tanah air hingga manca negara. Karya yang bisa dirayakan bersama kehadirannya dan bisa ditonton keluarga dari segenap kalangan masyarakat. Karya menghibur yang syarat pesan ini akan menjadi penyiram kalbu, membuat hati hangat dan mengajak kita haru juga senyum ketika menontonnya. Sebagai hiburan sehat dengan kualitas yang baik, wajib ditonton dan meraih box office. Insya Allah," ujarnya.
Pemeran sosok Buya Hamka, Vino G Bastian berharap, film ini bisa memberikan inspirasi, kepada semua penontonnya." Film ini sangat besar, production designnya sangat luar biasa. Kita syuting di berbagai daerah di Indonesia dan juga di Mesir.