Penemuan yang mengejutkan di Cina mengindikasikan bahwa beberapa mamalia awal mungkin pernah memburu dinosaurus sebagai santapan mereka.
Fosil yang ditemukan menunjukkan sejenis makhluk mirip musang sedang melahap dinosaurus kecil yang memiliki paruh, dan kedua rangka mereka terjerat. Temuan ini berasal dari situs yang dikenal sebagai "Pompeii China," di mana lumpur dan puing-puing dari letusan gunung berapi pada masa lalu mengubur makhluk-makhluk tersebut.
"Sepertinya ini adalah pemburuan prasejarah yang terperangkap dalam batu, seolah-olah dalam satu adegan yang membeku," kata Steve Brusatte, seorang ahli paleontologi dari University of Edinburgh, yang tidak terlibat dalam penelitian ini, dalam sebuah email.
Fosil ini, yang dijelaskan dalam jurnal Scientific Reports pada hari Selasa, 19 Juli 2023 menunjukkan dua makhluk yang hidup sekitar 125 juta tahun yang lalu, pada masa Kapur.
Meskipun mamalia tersebut jauh lebih kecil, para peneliti meyakini bahwa mamalia tersebut sedang menyerang dinosaurus ketika keduanya terjebak dalam aliran lava vulkanik, kata penulis studi, Jordan Mallon, seorang paleobiolog di Canadian Museum of Nature. Mamalia tersebut berada di atas dinosaurus, dengan cakar-cakarnya memegang rahang reptil tersebut dan kaki belakangnya, sementara giginya menembus rongga rusuk dinosaurus.
"Saya belum pernah melihat fosil seperti ini sebelumnya," kata Mallon.
Sebelumnya, telah diajukan bahwa mamalia memakan daging dinosaurus, fosil lain menunjukkan mamalia yang mati dengan sisa-sisa dinosaurus di perutnya. Namun temuan baru ini juga mengindikasikan bahwa mamalia mungkin benar-benar memburu dinosaurus yang jauh lebih besar dari mereka, bukan hanya mengais-ngais yang sudah mati, kata Mallon.
"Temuan ini membalikkan cerita yang sudah ada sebelumnya," kata Brusatte. "Kita biasa berpikir bahwa Zaman Dinosaurus adalah masa di mana dinosaurus mendominasi dunia, dan mamalia-mamalia kecil bersembunyi di kegelapan."
Para penulis studi mengakui bahwa ada beberapa pemalsuan fosil yang diketahui berasal dari wilayah ini, yang menjadi keprihatinan saat mereka memulai penelitian mereka. Namun setelah melakukan persiapan sendiri terhadap kerangka-kerangka tersebut dan menganalisis sampel batu, mereka yakin bahwa fosil ini - yang ditemukan oleh seorang petani pada tahun 2012 - adalah asli, dan mereka juga menyambut baik penelitian oleh para ilmuwan lain terhadap fosil tersebut.
Baca Juga: Meta Meluncurkan LLaMa 2 Open Source, Siap Melawan GPT-4 dari OpenAI
Mamalia dalam pasangan fosil ini adalah Repenomamus robustus, yang merupakan pemakan daging dengan ukuran sebesar kucing, kata Mallon. Sedangkan dinosaurus yang terlihat dalam fosil tersebut adalah Psittacosaurus lujiatunensis, yang memiliki ukuran sebesar anjing berukuran sedang dengan paruh mirip burung kakatua.
Meskipun spesies tersebut adalah pemakan tumbuhan, namun ada dinosaurus lain yang merupakan pemakan daging atau pemakan segalanya. Pada akhirnya, dinosaurus kemungkinan masih lebih sering memakan mamalia daripada sebaliknya, kata Mallon.
"Namun sekarang kita tahu bahwa mamalia juga mampu melawan, setidaknya pada beberapa kesempatan," katanya.