Poptren.suara.com - Duck Syndrome adalah istilah yang menggambarkan fenomena sosial dan psikologis di mana seseorang menunjukkan kesan atau citra yang tampak bahagia, percaya diri, atau sukses di permukaan, tetapi sebenarnya ia sedang mengalami stres, tekanan, atau masalah di dalamnya.
Duck Syndrome umumnya terkait dengan penggunaan media sosial. Banyak orang cenderung memamerkan kehidupan yang tampak sempurna dan positif di platform seperti Facebook, Instagram, atau Twitter. Mereka membagikan momen-momen bahagia, prestasi, liburan, atau hal-hal positif lainnya, sehingga menciptakan citra diri yang menyenangkan di mata orang lain.
Namun, di balik itu, mungkin ada tekanan untuk terus mempertahankan citra tersebut atau masalah dan kesulitan pribadi yang tidak ditampilkan secara terbuka. Beberapa orang mungkin merasa perlu menyembunyikan perasaan negatif atau kegagalan untuk memenuhi ekspektasi sosial atau rasa malu.
Duck Syndrome dapat memiliki dampak negatif pada kesejahteraan mental dan emosional seseorang. Menyembunyikan perasaan yang sebenarnya dan berusaha untuk selalu tampil sempurna dapat menimbulkan stres, perasaan terisolasi, dan kurangnya dukungan sosial.
Penting untuk diingat bahwa media sosial sering kali hanya menampilkan potongan-potongan kehidupan dan tidak mencerminkan gambaran keseluruhan dari kehidupan seseorang.
Sebagai pengguna media sosial, kita juga harus berhati-hati dalam menilai diri sendiri berdasarkan apa yang kita lihat di platform tersebut dan mengingat bahwa setiap orang memiliki tantangan dan perjuangan pribadi mereka sendiri.
Jika merasa terbebani dengan tekanan untuk mempertahankan citra yang sempurna, berbicara dengan teman atau profesional kesehatan mental dapat membantu untuk mengatasi perasaan tersebut.