Pemerintah Rem Produksi Batu Bara, DMO Dipastikan Naik Kisaran 30%

Achmad Fauzi, Yaumal Asri Adi Hutasuhut

Jum'at, 06 Februari 2026 | 14:45 WIB
Pemerintah Rem Produksi Batu Bara, DMO Dipastikan Naik Kisaran 30%
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung. [Suara.com/Yaumal Asri Adi Hutasuhut].
baca 10 detik
  • Wakil Menteri ESDM pastikan persentase DMO batu bara akan meningkat signifikan pada tahun 2026 mendatang.
  • Peningkatan DMO ini sejalan dengan rencana pemerintah memangkas produksi batu bara melalui RKAB 2026.
  • RKAB 2026 akan fleksibel dan dapat dievaluasi ulang jika terdapat peningkatan permintaan energi domestik.

Suara.com - Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, memastikan pemerintah akan meningkatkan persentase kewajiban peruhasaah untuk penuhi pasokan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) batu bara pada 2026.

Peningkatan DMO bersamaan dengan rencana pemerintah yang akan memangkas produksi batu bara. 

Yuliot menjelaskan pada 2025, persentase DMO berada di kisaran 23-24 persen. Sementara pada tahun ini, persentase DMO batubara berpeluang di atas 30 persen. 

"Jadi dengan adanya penurunan produksi, presentasi DMO pasti akan terjadi peningkatan," ujar Yuliot saat ditemui wartawan di Kementerian ESDM, Jakarta pada Jumat (6/2/2026). 

Sejumlah alat berat dioperasikan untuk mengumpulkan batu bara di salah satu tempat penampungan (stockpile) batu bara kawasan pantai Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Jumat (9/1/2026).  [Antara]
Sejumlah alat berat dioperasikan untuk mengumpulkan batu bara di salah satu tempat penampungan (stockpile) batu bara kawasan pantai Desa Peunaga Cut Ujong, Kecamatan Meureubo, Aceh Barat, Aceh, Jumat (9/1/2026). [Antara]

Dia menjelaskan rencana pemerintah untuk memangkas produksi batu bara lewat Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) 2026 bertujuan untuk mengendalikan harga.

Dia mencontohkan RKAB 2025, yang didalamnya ditetapkan produksi batu bara sebesar 1,2 miliar ton, namun realisasinya berada di angka 800 juta ton. 

"Jadi, dampaknya, kelebihan RKAB itu kan juga harga turun sangat signifikan. Jadi, karena harga turun signifikan, kita evaluasi kebutuhan industri di dalam negeri itu kira-kira berapa, kebutuhan energi primer untuk batu bara itu kira-kira berapa," jelasnya.

Dia mengungkap berdasarkan perhitungan Dirjen Minerba dan PT PLN (Persero), kebutuhan batu bara untuk industri dalam negeri berada di kisaran 600 juta ton per tahun. Namun demikian, Yuliot menyebut bahwa RKAB 2026 akan bersifat fleksibel. 

"Nanti dalam implementasinya, RKAB dimungkinkan untuk perubahan sepanjang ada peningkatan permintaan di dalam negeri. Jadi kita akan lakukan evaluasi. Prinsipnya, sumber daya yang kita miliki ini harus berkelanjutan," pungkas Yuliot.

baca juga

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Komentar

Terkait

Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi

Kecelakaan Maut di IUP Bukit Asam, Kementerian ESDM Terjunkan Tim Investigasi

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 19:24 WIB

Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!

Izin Impor BBM Shell Belum Terbit, ESDM: Masih Dievaluasi!

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 15:18 WIB

ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks

ESDM Pastikan RKAB Batu Bara yang Beredar Hoaks

Bisnis | Kamis, 05 Februari 2026 | 14:51 WIB

Terkini

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

FEKDI x IFSE 2026 Dorong Digitalisasi Jadi Penggerak Pertumbuhan Ekonomi

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:57 WIB

Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik

Bebas Bersyarat Bechi Janggal! Komnas Perempuan: Buka Data dan Prosedurnya ke Publik

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:56 WIB

Ombudsman Fungsinya Apa? Ini Tugas Utama dan Kisaran Gaji Pegawainya

Ombudsman Fungsinya Apa? Ini Tugas Utama dan Kisaran Gaji Pegawainya

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:53 WIB

Benjamin Netanyahu Sebut Negara Walk Out di Sidang PBB Pengecut, Termasuk Indonesia

Benjamin Netanyahu Sebut Negara Walk Out di Sidang PBB Pengecut, Termasuk Indonesia

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:50 WIB

Rupiah Melemah Lawan Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Rupiah Melemah Lawan Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Menguat

Bisnis | Jum'at, 25 September 2026 | 09:50 WIB

Hilang 5 Hari! Remaja 14 Tahun Ditemukan Jadi Korban Asusila Pria 28 Tahun di Pasar Rebo

Hilang 5 Hari! Remaja 14 Tahun Ditemukan Jadi Korban Asusila Pria 28 Tahun di Pasar Rebo

News | Jum'at, 25 September 2026 | 09:42 WIB

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Membedah Peta Kekuatan FIFA ASEAN Cup 2026: Mampukah Timnas Patahkan Dominasi Vietnam?

Your Say | Jum'at, 25 September 2026 | 09:25 WIB

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

5 Cara Merawat Smartwatch Setelah Dipakai Berenang di Laut agar Tidak Korosi

Tekno | Jum'at, 25 September 2026 | 09:15 WIB

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Bikin Ruang Lebih Berkarakter, Ini Cara Memilih Warna Keramik Motif Mozaik

Lifestyle | Jum'at, 25 September 2026 | 09:02 WIB

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Dari Sampah Jadi Listrik, PSEL Keramasan Mulai Uji Pembakaran

Foto | Jum'at, 25 September 2026 | 09:00 WIB

×