Alopecia, Terdengar Asing Namun Salah Satu Penyakit Autoimun yang Sebabkan Kebotakkan

Poptren

Kamis, 03 Agustus 2023 | 08:09 WIB
Alopecia, Terdengar Asing Namun Salah Satu Penyakit Autoimun yang Sebabkan Kebotakkan
Ilustrasi rambut rontok (Freepik)

Poptren.suara.com - Alopecia, salah satu penyakit yang mungkin masih terdengar asing. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, tanpa memandang usia ataupun jenis kelamin.

Alopecia apa sih ? Alopecia adalah kebotakkan atau kerontokkan rambut yang bisa terjadi di bagian manapun, dan disebabkan oleh stres, autoimun, keturunan dan faktor lainnya. Dalam istilah medis, Alopecia merupakan suatu kondisi yang menggambarkan terjadinya kebotakan atau kehilangan rambut di bagian tubuh tertentu atau keseluruhan.

Kondisi tersebut dapat terjadi pada kulit kepala atau bagian tubuh lainnya seperti wajah, alis, bulu mata, atau bahkan seluruh tubuh. Alopecia terbagi menjadi lima jenis, yakni :

1. Alopecia Areata

Orang yang mengidapnya akan mengalami kebotakan yang terjadi di kepala dan biasanya berbentuk seperti koin, dan jumlahnya tergantung dari tingkat keparahannya.

2. Alopecia Universalis

Orang yang mengidapnya akan kehilangan seluruh rambut yang ada di wajah, termasuk alis dan rambut di kepala.

3. Alopecia Androgenetika

Orang yang mengidapnya akan mengalami botak berpola, yang dapat terjadi tidak hanya pada laki-laki namun juga perempuan, dan Alopecia jenis ini merupakan yang paling umum. Pada laki-laki, secara bertahap, rambut di dahi dan puncak kepala akan menipis.

baca juga

Sedangkan untuk perempuan, rambut akan menipis secara merata di seluruh kulit kepala. Baik laki-laki atau perempuan, Alopecia jenis ini umumnya terjadi karena pertambahan usia.

4. Alopecia Cicatricial

Orang yang mengidapnya akan kehilangan rambut yang disebabkan oleh peradangan dan kerusakan permanen pada folikel rambut, sehingga menyebabkan bekas luka di kulit kepala atau bagian tubuh lainnya.

5. Alopecia Totalis

Orang yang mengidapnya akan kehilangan rambut di seluruh tubuhnya.

Alopecia disebabkan oleh banyak faktor termasuk faktor genetik, masalah hormon, peradangan, stres, atau reaksi autoimun. Faktor yang juga menyebabkan penyakit satu ini, diantaranya :

1. Alopecia Areata

Jenis satu ini belum diketahui dan dipahami secara pasti penyebabnya, tapi diyakini bahwa gangguan sistem kekebalan tubuh merupakan faktor utamanya, yang menyerang keliru folikel rambut yang menyebabkan rambut rontok dan timbul bercak-bercak kecil tanpa rambut di kulit kepala atau bagian tubuh lainnya.

2. Alopecia Androgenetika

Jenis satu ini dipengaruhi oleh faktor genetik dan hormon, dimana pada pria, hormon dihidrotestosteron dapat menyebabkan penipisan rambut di daerah tertentu, seperti dahi dan puncak kepala.

Sedangkan pada perempuan, jenis satu ini dapat terjadi karena perubahan hormon, seperti selama kehamilan, menopause, atau kondisi medis lainnya.

3. Alopecia Cicatricial

Jenis ini disebabkan oleh peradangan yang merusak folikel rambut secara permanen sehingga menyebabkan bekas luka di kulit kepala atau bagian tubuh lainnya. Peradangan bisa disebabkan oleh infeksi, luka bakar, radiasi, atau kondisi autoimun.

4. Stres fisik atau emosional

Alopecia dapat disebabkan oleh stres berat yang bisa menyebabkan kondisi yang disebut telogen effluvium, di mana rambut masuk dalam fase istirahat dan rontok lebih banyak dari biasanya. Jangan risau, rambut dapat tumbuh kembali setelah stres berkurang.

5. Gaya hidup dan nutrisi

Apabila orang yang mengidap Alopecia memiliki pola makan yang tidak seimbang atau kekurangan nutrisi tertentu seperti zat besi, protein, atau vitamin tertentu, dapat mempengaruhi kesehatan rambut.

6. Efek samping obat

Alopecia merupakan efek samping dari beberapa jenis obat, termasuk kemoterapi, obat antikoagulan, dan obat antihipertensi.

7. Penyakit autoimun

Selain alopecia areata, beberapa kondisi autoimun lain seperti lupus eritematosus sistemik dapat menyebabkan Alopecia.

Secara umum, pengobatan Alopecia tergantung pada penyebabnya. Pengobata seperti terapi laser, transplantasi rambut, penggunaan obat-obatan hingga tanam rambut dapat dipertimbangkan. Karena penyebabnya beragam, maka penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau dermatolog untuk diagnosis yang tepat agar perawatnnya sesuai.

Hingga saat ini, kasus kematian akibat Alopecia belum ditemukan. Penyakit ini justru lebih menyerang sisi psikologis penderitanya dengan menimbulkan rasa minder, tidak percaya diri, dan membuat penderitanya malu, apalagi anak-anak. Perlu adanya untuk mempersiapkan lingkungan sekitar selain menjelaskan apa kondisi yang terjadi pada si anak.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

4 Penyebab Isolasi Sosial, Ketidakmampuan untuk Terhubung dengan Orang Lain

4 Penyebab Isolasi Sosial, Ketidakmampuan untuk Terhubung dengan Orang Lain

Your Say | Senin, 31 Juli 2023 | 15:17 WIB

Apa yang Dirasakan Pengidap Skizofrenia? Simak Faktanya Menurut Penelitian

Apa yang Dirasakan Pengidap Skizofrenia? Simak Faktanya Menurut Penelitian

Your Say | Senin, 31 Juli 2023 | 11:51 WIB

Waspada! Ini 6 Penyakit Akibat Polusi Udara Jakarta yang Dapat Mengancam Anda!

Waspada! Ini 6 Penyakit Akibat Polusi Udara Jakarta yang Dapat Mengancam Anda!

News | Jum'at, 28 Juli 2023 | 17:50 WIB

Enzy Storia Sakit Autoimun, Sempat Tak Bisa Jalan Normal Selama 2 Tahun

Enzy Storia Sakit Autoimun, Sempat Tak Bisa Jalan Normal Selama 2 Tahun

Poptren | Minggu, 21 Agustus 2022 | 12:55 WIB

Terkini

Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026

Tanpa Edouard Mendy, Senegal Tetap Pede Bisa Pulangkan Belgia dari Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:24 WIB

Olahraga Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Olahraga Pagi atau Sore, Mana yang Lebih Efektif untuk Menurunkan Berat Badan?

Lifestyle | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:17 WIB

Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026

Kylian Mbappe: Messi Boleh Cetak Gol Lebih Banyak, tapi Prancis yang Juara Piala Dunia 2026

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:15 WIB

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Iran Tolak Temui Utusan AS, Harga Minyak Dunia Merangkak Naik

Bisnis | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:10 WIB

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

Putusan MK Soal Pilkada Langsung Dinilai Beri Kepastian Hukum, Ini Alasannya

News | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:06 WIB

Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?

Syuting One Piece Live Action Season 3 Resmi Rampung, Kapan Tayang?

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:04 WIB

Bupati Kuansing dan Sekda Serahkan Diri, Dibawa KPK dari Bandara

Bupati Kuansing dan Sekda Serahkan Diri, Dibawa KPK dari Bandara

Riau | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:02 WIB

Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum

Putra Patrick Kluivert Jadi Korban Rasis usai Belanda Dihajar Maroko, KNVB Siap Bawa ke Ranah Hukum

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:01 WIB

Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Belanda Kena Getahnya, Teknik Stutter Penalti Mulai Kehilangan Efektivitas di Piala Dunia 2026?

Bola | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB

Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege

Sudah Hemat, tapi Tetap Boncos: Ketika Menabung Seolah Menjadi Privilege

Your Say | Rabu, 01 Juli 2026 | 10:00 WIB

×