Penggunaan oli yang tidak sesuai rekomendasi pabrik atau terlambat ganti, artinya oli kurang sesuai, akibatnya menyebabkan proses pembakaran menjadi tidak sempurna. Proses pembakaran yang tidak sempurna justru berpotensi memicu tersisanya level emisi tinggi, bahkan melampaui ambang batas lulus uji gas buang.
Rajin-rajinlah ganti oli secara rutin pada jarak maupun waktu tertentu, sesuai dengan rekomendasi pabrik.
2. Penyumbatan injektor
Injektor apa sih ? Secara fungsi, injektor berperan dalam menyemprotkan bahan bakar di ruang pembakaran, yang artinya apabila injektor tersumbat kotoran seperti sulfur dari bahan bakar, maka mesin fungsinya akan terganggu.
Tidak hanya itu, sumbatan akan berpotensi mengakibatkan pemborosan bahan bakar, sehingga asap yang dihasilkan warnanya hitam yang memicu emisinya kurang sempurna.
3. Sembarangan pilih bahan bakar
Bahan bakar juga memengaruhi hasil emisi kendaraan. Sembarangan dalam memilih bahan bakar juga dapat memicu proses pembakaran tidak sempurna. Kok bisa ? Penggunaan bahan bakar yang kurang sesuai dengan rasio kompresi mesin dapat meningkatkan kadar emisi, termasuk hidrokarbon atau HC, nitrogen oxides atau NOx, dan karbon monoksida atau CO.
4. Knalpot bocor
Knalpot adalah komponen kendaraan bermotor yang berperan sebagai saluran untuk membuang sisa pembakaran pada mesin atau atap mesin. Ditambah, knakpot yang mengalami masalah dapat mengakibatkan tekanan sirkulasi gas buang dan memengaruhi kinerja mesin.
Baca Juga: Deretan Cara Mudah agar Transmisi Mobil Manual Awet
5. Jarang servis
Apabila kendaraan diservis secara rutin performa mesin, baik ataupun buruk, dapat dikontrol. Servis yang rutin dilakukan juga akan berefek baik untuk lingkungan sekitar.