poptren

Sinyal yang Dikirim Tubuh agar Segera Melakukan Detoksifikasi Gula

Poptren Suara.Com
Senin, 25 September 2023 | 09:47 WIB
Sinyal yang Dikirim Tubuh agar Segera Melakukan Detoksifikasi Gula
Ilustrasi gula (Freepik)

Poptren.suara.com - Tubuh manusia itu unik. Seringkali punya cara untuk memberi sinyal atau bahkan 'protes' jika ada yang tidak beres padanya.

Tanda atau sinyal yang diberikan termasuk sinyal kesehatan, apalagi yang berhubungan dengan gula. Konsumsi gula untuk manusia tidaklah sama. Setiap tubuh ada kadar dan takaran yang tidak boleh dilanggar. Kenapa ? Karena konsumsi gula berlebih yang tidak terkontrol akan sebabkan banyak masalah kesehatan.

Maka dari itu tubuh manusia perlu adanya detoksifikasi gula agar terhindari dari banyak penyakit yang disebabkan kadar gula yang tinggi. Detoksifikasi gula itu apa ? Detoksifikasi gula adalah usaha atau upaya membersihkan semua efek negatif dari gula. Caranya yaitu mengendalikan konsumsi gula sehari-hari terutama gula tambahan, yang tujuannya mengurangi kadar gula darah.

Detoksifikasi gula dapat dilakukan dengan mengurangi mengonsumsi makanan dan minuman manis yang mengandung gula tambahan. Sebagai informasi, diketahui tubuh manusia punya cara untuk memberi sinyal atau tanda jika ada yang tidak beres dengannya, termasuk jika tubuh kedapatan gula berlebih. Sinyal atau tanda yang diberikan diantaranya :

1. Berat badan bertambah

Gula memang dapat memberikan nutrisi yang baik, seperti serat dan protein yang mengatur pencernaan dan funsi tubuh lainnya. Tapi apabila dikonsumsi berlebih, maka kalori yang dihasilnya menjadi tinggi dan  membuat perut kembung serta berat badan bertambah.

Tidak hanya itu, gula yang berlebih juga meningkatkan kadar insulin dalam tubuh, yang sudah jelas akan menambah berat badan. Jika sudah terjadi, salah satu cara paling mudah untuk membantu menguranginya ialah dengan lakukan detoks gula serta rutin olahraga ringan, jalan pagi misalnya.

2. Tidak fokus

Akibsat dari mngonsumsi gula berlebih tidak hanya menyebabkan kadar gula darah meningkat, tapi juga dapat mengganggu kemampuan berpikir jangka pendek, pandangan mudah kabur serta selaput kabut pada otak.

Baca Juga: Yuk Batasi Gula, Garam dan Lemak Agar Tren Kuliner Lebih Sehat!

3. Mudah merasa lesu

Laman Times of India menuliskan gula dapat dipecah menjadi karbohidrat yang bertugas mengirim dan memasok energi ke tubuh. Gula darah kestabilannya dapat diukur dari kadar insulin, Jika insulinnya dapat dipertahankan kestabilannya, maka gula darah ikut stabil.

4. Makanan terasa tidak semanis biasanya

Konsumsi gula berlebih akan memengaruhi selera makan dan menimbulkan intoleransi terhadap gula. Makanan yang manis memang memuaskan, tapi jangan terlalu banyak.

Laman Healthline menuliskan mengonsumsi terlalu banyak gula dapat menyebabkan obesitas dan penyakit jantung. Ditambah, sering mengonsumsi makanan dan minuman tinggi gula tambahan membahayakan gula darah dan meningkatkan risiko diabetes tipe dua (2).

5. Insomnia

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA Kelas 12 SMA Soal Matematika dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Inggris Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kamu Beneran Orang Solo Apa Bukan?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pemula atau Suhu, Seberapa Tahu Kamu soal Skincare?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA: Soal Matematika Kelas 6 SD dengan Jawaban dan Pembahasan Lengkap
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Tahu Kamu Soal Transfer Mauro Zijlstra ke Persija Jakarta? Yuk Uji Pengetahuanmu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Fun Fact Nicholas Mjosund, Satu-satunya Pemain Abroad Timnas Indonesia U-17 vs China
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 10 Soal Matematika Materi Aljabar Kelas 9 SMP dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan John Herdman? Pelatih Baru Timnas Indonesia
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Otak Kanan vs Otak Kiri, Kamu Tim Kreatif atau Logis?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Apakah Kamu Terjebak 'Mental Miskin'?
Ikuti Kuisnya ➔
×
Zoomed

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

TERKINI