PKBI Dorong Aborsi Aman untuk Selamatkan Perempuan

Pebriansyah Ariefana

Minggu, 06 Desember 2015 | 04:01 WIB
PKBI Dorong Aborsi Aman untuk Selamatkan Perempuan
Ilustrasi bayi dan aborsi (Shutterstock).

Suara.com - Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) mencatat terdapat 32,729 perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan (KTD) mendapatkan layanan Aborsi Aman di 13 klinik-klinik PKBI.

Sebagian besar klien KTD yang dilayani adalah perempuan berstatus menikah dan pernah menikah.Sebanyak 83,4 persen, status menikah dan 2,1 persen pernah menikah, sedangkan klien dengan status belum menikah sebanyak 16,6 persen.

Dalam hal ini data ini menunjukan fakta bahwa klien belum menikah yang umumnya usia remaja bukanlah klien KTD yang paling besar, justru sebaliknya.

 PKBI berupaya untuk membantu perempuan yang mengalami KTD untuk terhindar dari upaya aborsi yang tidak aman dan dapat mengancam jiwamereka. Dalam pemberian layanannya, PKBI menemukan bahwa lebih dari 50 persen klien yang dilayani sebelum datang ke klinik PKBI mengaku sudah pernah melakukan upaya pengguguran kandungan.Tercatat terdapat 32 persen klien yang berupaya menggugurkan dengan meminum jamu atau obat, 15 persen pernah datang atau dilayani oleh tenaga medis, dan 1% datang ke dukun.

Fakta ini menunjukan bahwa upaya-upaya pengguguran kandungan sebelum ke klinik PKBI tidak efektif, tidak aman dan berpotensi menimbulkan resiko yang lebih jauh, sampai pada kematian. Status legal atau illegal, perempuan yang mengalami Kehamilan Tidak Diinginkan akan mencari cara untuk dapat melakukan upaya aborsi.

 Menurut data WHO (2007) tercatat sebanyak 14% Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan dampak dari aborsi tidak aman.Sedangkan Gulardi Wignjosastro (2001) mengungkapkan bahwa dampak aborsi tidak aman terhadap AKI ini bisa mencapai 11-50%.Fenomena AKI di Indonesia yang disebabkan karena adanya upaya aborsi tidak aman ini seringkali tidak secara eksplisit di tunjukan oleh pemerintah.Oleh karena itu, keterbukaan dan analisis mendetail dalam pendataan dan audit maternal akan sangat membantu bagaimana seharusnya kebijakan dan program untuk perlindungan perempuan dari risiko reproduksi dapat diwujudkan, khususnya yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan reproduksi dan seksual pada perempuan hamil.

 Oleh karenai itu, kebijakan terkait layanan aborsi aman sudah seharusnya dibuat sebagai bentuk penyelamatan perempuan dari resiko layanan reproduksi yang tidak aman.

Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) merupakan sebuah organisasi gerakan yang didirikan pada tahun 1957. PKBI mempelopori gerakan Keluarga Berencana di Indonesia.

Hingga saat ini PKBI memiliki kantor daerah di 27 Provinsi di Indonesia dan terus memperjuangkan hak warga negara untuk terpenuhinya hak kesehatan secara menyeluruh termasuk kesehatan seksual dan reproduksi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Payudara Nyeri Pasca Keguguran, Apa Sebabnya?

Payudara Nyeri Pasca Keguguran, Apa Sebabnya?

Health | Rabu, 14 Oktober 2015 | 18:32 WIB

Paus Fransiskus Setuju Pendeta Bisa Maafkan Pelaku Aborsi

Paus Fransiskus Setuju Pendeta Bisa Maafkan Pelaku Aborsi

News | Selasa, 01 September 2015 | 20:11 WIB

Hamil Gara-gara Diperkosa, Bocah Ini Dilarang Aborsi

Hamil Gara-gara Diperkosa, Bocah Ini Dilarang Aborsi

News | Sabtu, 25 Juli 2015 | 07:45 WIB

Telisik Akun Penjual Obat Aborsi, Polisi Patroli Cyber

Telisik Akun Penjual Obat Aborsi, Polisi Patroli Cyber

News | Senin, 25 Mei 2015 | 19:15 WIB

IDI: Penjual Obat Aborsi Ilegal Harus Dihukum Seberat-beratnya

IDI: Penjual Obat Aborsi Ilegal Harus Dihukum Seberat-beratnya

News | Minggu, 24 Mei 2015 | 16:34 WIB

Gugurkan Kandungan Pakai Obat Aborsi Ilegal Bisa Berakibat Fatal

Gugurkan Kandungan Pakai Obat Aborsi Ilegal Bisa Berakibat Fatal

Health | Minggu, 24 Mei 2015 | 16:23 WIB

Obat Aborsi Marak Dijual di Internet, Kominfo Blokir 300 Website

Obat Aborsi Marak Dijual di Internet, Kominfo Blokir 300 Website

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 17:12 WIB

Obat Aborsi Dijual di Internet, Kominfo Kerja Sama dengan BPOM

Obat Aborsi Dijual di Internet, Kominfo Kerja Sama dengan BPOM

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 16:56 WIB

Mabes Polri Siap Tindaklanjuti Penjualan Obat Aborsi di Internet

Mabes Polri Siap Tindaklanjuti Penjualan Obat Aborsi di Internet

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 16:20 WIB

Penjual Obat Tampilkan Gambar Hasil Aborsi untuk Pancing Pembeli

Penjual Obat Tampilkan Gambar Hasil Aborsi untuk Pancing Pembeli

News | Jum'at, 22 Mei 2015 | 15:51 WIB

Terkini

Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Manuver Bisnis BYAN Setelah Haji Isam Masuk

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:12 WIB

Karhutla Membara, Komunikasi Krisis Para Gubernur Dipertanyakan

Karhutla Membara, Komunikasi Krisis Para Gubernur Dipertanyakan

Your Say | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:10 WIB

Syarat dan Batas Waktu Diskon Denda Pajak hingga 100 Persen

Syarat dan Batas Waktu Diskon Denda Pajak hingga 100 Persen

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:09 WIB

5 Manfaat Viva Retinol Serum, Kenali Kandungan dan Cara Pakainya

5 Manfaat Viva Retinol Serum, Kenali Kandungan dan Cara Pakainya

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:07 WIB

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

Pemerintah Kebut Revitalisasi 200 Titik Warisan Budaya, Museum hingga Keraton Disasar

News | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB

103 Atlet Indonesia Siap Tempur di Asian Para Games 2026

103 Atlet Indonesia Siap Tempur di Asian Para Games 2026

Foto | Selasa, 13 Oktober 2026 | 08:00 WIB

Listrik Batam dan Sekitarnya Blackout, Gara-gara Proyek Data Center?

Listrik Batam dan Sekitarnya Blackout, Gara-gara Proyek Data Center?

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:53 WIB

Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Rupiah Masuk Mata Uang Terlemah di Dunia, Ini Daftar Lengkapnya

Bisnis | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:51 WIB

13 Oktober Hari Apa? Ini Sederet Peringatan Penting, Termasuk No Bra Day

13 Oktober Hari Apa? Ini Sederet Peringatan Penting, Termasuk No Bra Day

Lifestyle | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:49 WIB

Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari

Suhu Semarang Diprakirakan Tembus 36 Derajat, Warga Perlu Antisipasi Cuaca Siang Hari

Jawa Tengah | Selasa, 13 Oktober 2026 | 07:47 WIB

×