UI Dampingi Pembangunan Empat Ruang Terbuka Hijau di Bogor

Ririn Indriani

Sabtu, 14 Januari 2017 | 14:58 WIB
UI Dampingi Pembangunan Empat Ruang Terbuka Hijau di Bogor
Universitas Indonesia melakukan pendampingan pada empat Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Bogor, salah satunya RTH Sukahati, Cibinong.

Suara.com - Indonesia sebagai negara dengan penduduk terpadat ke-4 di dunia saat ini telah berpenduduk lebih dari 200 juta jiwa. Padatnya jumlah penduduk, terutama di daerah perkotaan membuat semakin berkurangnya ruang terbuka di kawasan urban.

Dalam kegiatan Project Urban DRR Greater Jakarta pada tahun 2016 adalah membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH). Ruang terbuka hijau ini dapat menjadi lokasi tempat berkumpulnya masyarakat untuk melakukan aneka kegiatan, termasuk menjadi titik kumpul apabila terjadi bencana atau situasi darurat.

Program ini dilaksanakan berkat kerja sama antara Palang Merah Indonesia (PMI), American Redcross (Amcross) serta Universitas Indonesia khususnya Fakultas Teknik Departemen Arsitektur dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Departemen Antropologi.

Universitas Indonesia melakukan pendampingan pada lokasi RTH yang ditunjuk di kawasan Cibinong, Kabupaten Bogor. Pendampingan ini dilakukan untuk menjadikan RTH yang berkualitas sekaligus meningkatkan mutu lingkungan hidup perkotaan sebagai sarana pengaman lingkungan kota.

Ada empat RTH yang mendapatkan pendampingan pada program ini yaitu yang berlokasi di Pondok Rajeg, Waringin Permai, Karadenan serta Sukahati. Kegiatan pendampingan yang dilakukan adalah melakukan revitalisasi dari RTH yang sudah ada. Fokus program ini adalah pengembangan fungsi RTH termasuk di dalamnya mendukung nilai sosial antar warga serta kelestarian lingkungan sekitar.

"Harapannya karena ini taman milik warga, maka dijaga bersama-sama oleh warga. Semuanya barang-barangnya, keamanannya. Terutama kebersihan di taman. Bagi anak-anak, taman ini bisa lebih dekat dan lebih mengenal alam, jangan gadget melulu," kata Ova Candra Dewi anggota tim dari FT-UI, Jumat (13/1/2017).

Seluruh RTH tersebut diharapkan dapat berfungsi secara berkesinambungan setelah kegiatan pendampingan ini berakhir. Keberadaan RTH ini diharapkan pada akhirnya mampu meningkatkan mutu lingkungan hidup masyarakat di daerah perkotaan.

RTH juga berfungsi sebagai sarana pengamanan lingkungan sekitar serta sekaligus menciptakan keserasian dan keharmonisan antara lingkungan sekitar dengan masyarakat yang pada akhirnya berguna bagi kepentingan warga.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Keterbatasan RTH di DKI Jakarta

Keterbatasan RTH di DKI Jakarta

Foto | Rabu, 16 November 2016 | 17:35 WIB

Bersama 'Tranformasi Hijau' Mereka Merawat Jakarta yang Hijau

Bersama 'Tranformasi Hijau' Mereka Merawat Jakarta yang Hijau

Lifestyle | Sabtu, 21 Mei 2016 | 14:57 WIB

Rencana RTH di Kawasan Kuningan

Rencana RTH di Kawasan Kuningan

Foto | Rabu, 02 Maret 2016 | 13:16 WIB

Biar Pengamat Tak Cerewet, Ahok Tak Mau Bocorkan Informasi Lagi

Biar Pengamat Tak Cerewet, Ahok Tak Mau Bocorkan Informasi Lagi

News | Rabu, 02 Maret 2016 | 11:02 WIB

Terkini

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

Misteri Apartemen di Lapas Cibinong: Ternyata Rumah Dinas, 13 Unit Belum Terdaftar Aset Negara

News | Senin, 28 September 2026 | 13:45 WIB

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

Tata 2,3 Km Anak Kali Krukut, Pramono Anung Pastikan Tak Ada Penggusuran Warga

News | Senin, 28 September 2026 | 13:39 WIB

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

SNI Beras Fortifikasi Belum Wajib, Mengapa Dipermasalahkan?

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:37 WIB

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

Kasus Pengondisian Hasil Pemeriksaan, KPK Periksa Anggota V BPK RI Bobby Adhityo

News | Senin, 28 September 2026 | 13:33 WIB

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Pasar Furnitur RI Hanya Bergantung pada AS

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:31 WIB

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

DPR Soroti Ditjenpas Hanya Sebut Ferdy Sambo dalam Pemeriksaan Lapas Cibinong

News | Senin, 28 September 2026 | 13:30 WIB

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Antam Beli 9 Ton Emas dari Freeport, Diproduksi di Gresik

Bisnis | Senin, 28 September 2026 | 13:23 WIB

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

8 Perbedaan Pompa Pendorong vs Pompa Isap Biasa untuk Rumah Tangga

Lifestyle | Senin, 28 September 2026 | 13:22 WIB

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

Greenpeace Pertanyakan BPGMN: Apa Bedanya dengan BRGM yang Dibubarkan?

News | Senin, 28 September 2026 | 13:21 WIB

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Hari Kesetaraan Upah: Sudahkah Kerja Perempuan Dihargai Setara?

Your Say | Senin, 28 September 2026 | 13:20 WIB

×