Tenun Tanimbar Merambah ke Jepang

Chaerunnisa

Jum'at, 12 Mei 2017 | 14:14 WIB
Tenun Tanimbar Merambah ke Jepang
Tenun Tanimbar dipamerkan di Jepang (Dok Tenun Tanimbar)

Suara.com - Tanimbar atau yang saat ini dikenal sebagai Kabupaten Maluku Tenggara Barat memiliki kain tradisional tenun ikat. Motif dan warna tenun Tanimbar cukup beragam. Mayoritas berciri garis yang diselingi dengan corak yang umumnya diadaptasi dari alam dan aktivitas sekitarnya.

Tenun ikat Tanimbar dihasilkan oleh para pengrajin tenun perempuan yang berusia tak muda lagi, dengan jumlah penenun yang semakin sedikit. Aktivitas menenun semakin banyak ditinggalkan seiring dengan anggapan bahwa tenun ikat tak lagi memberikan peluang ekonomi yang menjanjikan. Kondisi inilah yang membuat tenun Tanimbar terbilang kurang dikenal secara luas dibandingkan dengan tenun ikat dari daerah lain.

INPEX, perusahaan minyak dan gas Jepang yang beraktivitas di Tanimbar, tergerak membangkitkan kembali tradisi setempat melalui program investasi sosial atau Corporate Social Responsibility (CSR)-nya dengan menggandeng desainer Wignyo Rahadi untuk melakukan revitalisasi terhadap tenun Tanimbar.

"Pelatihan pengembangan tenun Tanimbar ditujukan untuk melestarikan kearifan lokal tersebut agar punya daya pakai dan daya jual lebih tinggi sehingga dapat mengikuti dinamika era yang semakin modern dan dikenal secara luas," papar Wignyo Rahadi, desainer dan owner brand Tenun Gaya.

Sejak tahun 2015, pendampingan terhadap para perempuan pengrajin tenun di Tanimbar dilakukan untuk mengembangkan tenun Tanimbar yang semula tampak kaku, terasa berat, dan warna yang rentan luntur menjadi lebih ringan, lembut, dan tidak luntur sehingga lebih nyaman dikenakan, tanpa meninggalkan motif tradisi yang menjadi identitasnya. Sehingga tenun Tanimbar yang awalnya hanya dibuat dan dipasarkan dalam bentuk kain sarung, kini menjadi kain tenun yang siap digunakan sebagai ragam produk fesyen.

Program pengembangan tenun Tanimbar antara lain dengan pelatihan pewarnaan, penggunaan benang dengan kualitas lebih baik, penerapan teknik tenun dengan alat tenun ATBM (Alat Tenun Bukan Mesin) untuk melengkapi alat tenun gedogan, dan eksplorasi desain motif. Seperti dalam hal warna, tenun Tanimbar yang awalnya hanya terpaku pada warna gelap seperti coklat, hitam, merah, dan biru tua, kini dikembangkan dengan pilihan warna terang.

Program pengembangan tenun yang telah dilakukan oleh INPEX bersama desainer Wignyo Rahadi telah menjadi inspirasi bagi pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, khususnya Kepala Dinas Koperasi dan UKM Ibu Elizabeth Werembinan melanjutkan pelatihan melalui program TOT dengan mengirimkan enam pengrajin tenun Tanimbar untuk belajar tenun ATBM selama dua bulan di workshop Tenun Gaya di Sukabumi - Jawa Barat.

Pembinaan secara berkelanjutan tersebut mampu meningkatkan kreativitas dan kompetensi penenun di Tanimbar. Hasil pengembangan tenun Tanimbar pun telah dilirik kalangan desainer untuk diaplikasikan dalam bentuk ready to wear. Bahkan, motif tenun Tanimbar telah terpilih sebagai salah satu busana seragam yang digunakan oleh Presiden Jokowi, dan para jajaran kabinetnya.

Terinspirasi pakaian tradisi Jepang, desainer Wignyo Rahadi mempersembahkan koleksi rancangan yang mengadaptasi model kimono, hakama, dan obi dengan tema "Metamorphoseast". Rancangan tersebut menggunakan material tenun Tanimbar hasil pengembangan yang mengangkat motif Ulerati dan untuk pertama kalinya ditampilkan di panggung internasional melalui fashion show di Tokyo, Kamis, 6 April 2017.

"Fashion show dengan mengangkat tenun Tanimbar ini merupakan hasil kolaborasi Pemda MTB, Tenun Gaya (Wignyo Rahadi), KBRI Tokyo, dan INPEX untuk mempromosikan tenun tradisi masyarakat Tanimbar ke khalayak dunia dan Jepang khususnya. Oleh karenanya, saya menampilkan koleksi yang memadukan motif Ulerati dari Tanimbar dengan gaya pakaian tradisional Jepang dalam fashion show ini," ujar Wignyo.

Acara fashion show ini sukses dihadiri sekitar 100 orang dari komunitas Jepang, diplomat dari negara-negara sahabat lainnya, dan komunitas Indonesia di Tokyo. Mereka bergerak di bidang tekstil, fashion, budaya, dan pariwisata, serta ingin mengetahui tentang budaya tenun Tanimbar.

Motif Ulerati yang bermakna ulat kecil, selain memiliki karakter yang kuat, juga mengandung filosofi kecintaan masyarakat Tanimbar terhadap lingkungan hidup dan apresiasi terhadap metamorfosa yang dialami oleh ulat sebagai bagian dari proses alami kehidupan. Motif ini berupa barisan ulat-ulat kecil.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Cicipi Lezatnya Mie Khas Jepang di Kabuto Mazesoba

Cicipi Lezatnya Mie Khas Jepang di Kabuto Mazesoba

Lifestyle | Jum'at, 28 April 2017 | 12:50 WIB

Memanjakan Lidah dengan Masakan Jepang Ditemani Air 'Menari'

Memanjakan Lidah dengan Masakan Jepang Ditemani Air 'Menari'

Lifestyle | Jum'at, 14 April 2017 | 13:00 WIB

Kunjungi Jepang, Ditjen Pajak Bahas Keterbukaan Data Perbankan

Kunjungi Jepang, Ditjen Pajak Bahas Keterbukaan Data Perbankan

Bisnis | Jum'at, 14 April 2017 | 06:47 WIB

Wisteria Jepang Tak Kalah Memikat dari Sakura

Wisteria Jepang Tak Kalah Memikat dari Sakura

Lifestyle | Sabtu, 08 April 2017 | 19:15 WIB

Tak Perlu ke Jepang, Di Sini Juga Ada Sakura Bermekaran

Tak Perlu ke Jepang, Di Sini Juga Ada Sakura Bermekaran

Lifestyle | Sabtu, 08 April 2017 | 15:59 WIB

Cantiknya Wastra Khas Palembang

Cantiknya Wastra Khas Palembang

Video | Kamis, 06 April 2017 | 14:19 WIB

Keren! Batik dan Tenun Merambah ke San Fransisco

Keren! Batik dan Tenun Merambah ke San Fransisco

Lifestyle | Minggu, 19 Februari 2017 | 02:38 WIB

LeViCo Hadirkan Kebaya Modern dengan Tenun NTT di JFW 2017

LeViCo Hadirkan Kebaya Modern dengan Tenun NTT di JFW 2017

Lifestyle | Sabtu, 22 Oktober 2016 | 18:12 WIB

Terkini

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Api Kepung TPA Rasau Jaya, Pemadaman Diperkuat dari Udara

Foto | Jum'at, 07 Agustus 2026 | 06:00 WIB

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Bank Sumsel Babel Raih Apresiasi Hari Anak Nasional, Tegaskan Komitmen Bangun Generasi Emas

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:47 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Bank Sumsel Babel Perkuat Peran Dukung 100.000 Sultan Muda, Perluas Inklusi Keuangan Sumsel

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:39 WIB

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

El Nino 2026 Lampaui Level Kuat, Abdul Azis Desak Pemerintah Serius Atasi Kekeringan

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:34 WIB

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Bank Sumsel Babel Perkuat Kemitraan Strategis dengan Pemkab Lahat, Dukung Akselerasi Ekonomi Daerah

Sumsel | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:29 WIB

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

6 Fakta Pemecatan dan Sanksi Pungli 4 ASN di Pemprov Banten

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:21 WIB

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Usut Mutilasi Depok, Polisi Temukan HP Pelaku Tergabung dalam Grup Komunitas Gay

Jabar | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:14 WIB

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Macet Jalur Bojonegara Bikin Sopir Angkot Merugi, Pemprov Banten Janjikan Keputusan Baru 4 Hari Lagi

Banten | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:10 WIB

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Tumbangkan Persib Bandung, Persebaya Surabaya Juara Piala Presiden 2026

Bola | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:08 WIB

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

KPK Bedah Dugaan Permainan Jalur Hijau dan Jalur Merah di Kasus Suap Bea Cukai

News | Kamis, 06 Agustus 2026 | 23:01 WIB

×