KEEI 2017: Orangtua Perlu Pahami Pendidikan Anak

Fabiola Febrinastri
Ilustrasi anak-anak sedang bermain. (Shutterstock)
Ilustrasi anak-anak sedang bermain. (Shutterstock)

Delapan tahun pertama adalah masa penting membangun kehidupan anak.

Suara.com - Delapan  tahun  pertama  kehidupan  anak  adalah  masa  yang  sangat  penting  untuk membangun fondasi kehidupannya kelak. Kesuksesan akademis anak juga sangat ditentukan dalam masa-masa emas ini. Tak pelak, pendidikan dini adalah investasi utama orangtua dalam memberikan masa depan terbaik untuk anak.

Indonesia seringkali memiliki beragam opsi pendidikan yang ditawarkan oleh lembaga-lembaga pendidikan, dengan  berbagai variasi kurikulum  yang terkadang  membuat  orangtua kebingungan. Pemerintah sendiri telah memiliki kurikulum nasional yang dijalankan di sekolah negeri, namun di  luar  itu,  berbagai  kurikulum  adaptasi  luar  negeri sangat banyak  tersedia di  sekolah-sekolah  berlabel  "nasional  plus"  atau  "internasional".  

Sebut saja kurikulum  Cambridge,  International Baccalaureate  (IB),  hingga  Montessori  yang  mungkin masih terdengar baru di kalangan orangtua. Berangkat dari  permasalahan  tersebut,  MSW  Global ingin memberikan  sebuah  pameran khusus pendidikan anak usia dini untuk menjawab kebingungan orangtua dalam menentukan kurikulum dan sekolah yang terbaik untuk buah hati mereka.

Tidak hanya sekadar memasukkan anak  ke  sekolah  favorit,  namun  memahami  dengan  benar  kurikulum  yang dijalankan kepada buah hati mereka.

Hadir sebagai solusi pertanyaan-pertanyaan orangtua terkait pendidikan anak, MSW  Global, bersama Kids Education Expo Indonesia 2017, atau yang akrab disapa dengan KEEI  menghadirkan  lebih dari 20 sekolah  dari  Indonesia  dan  internasional. Ada pula 20  seminar  mengenai parenting, nutrisi, dan  lain-lain,  serta 5 kategori kompetisi  anak  yang terlalu  menarik  untuk dilewatkan.

Dengan semangat “Grow with Education”, KEEI 2017 hadir 13-14 Mei 2017, di Ballroom Hotel Pullman Central Park, Jakarta Barat.

“Banyak orangtua yang belum benar-benar memahami makna perbedaan kurikulum  yang  ada  di  setiap  sekolah dan  mana yang sesuai  dengan  karakter putra-putri  mereka. Apakah IB, Cambridge, Montessori, atau kurikulum nasionalkah yang paling disukai anak dan mendukung tumbuh kembang akademisnya. Karena itu, kami ingin di pameran ini, orangtua bisa bebas berkonsultasi secara langsung dengan sekolah-sekolah yang hadir untuk mendapatkan pemaknaan yang lebih menyeluruh," ujar Anastasya Sri, penggagas KEEI sekaligus Operation Director MSW Global.

”Karena itu dalam pameran ini, Kids Education Expo Indonesia tidak hanya menampilkan sekolah-sekolah yang terlibat dalam ekshibisi, namun juga memberikan edukasi kepada orangtua mengenai seluk beluk pendidikan anak yang selama ini mungkin masih belum mendapatkan perhatian lewat berbagai seminar menarik yang diadakan di sepanjang acara," tambahnya.

Acara ini menampilkan dialog tentang cara menumbuhkan business-mindset dari Young Entrepeneurs, mengenali style belajar anak bersamaTes Bakat Indonesia, berkenalan dengan sistem homechooling lewat Holy Star International Christian School, hingga mengembangkan kemampuan sosial anak dengan Peony Kids Centre, dan masih banyak lagi.

Tidak lupa, KEEI menyelenggarakan berbagai kompetisi yang merangsang kreativitas dan melatih jiwa kompetisi anak, antara lain lomba building block yang diselenggarakan bersama Biolycin, coloring competition, story telling, dan fashion show bersama OV Modeling School.

Suara.Com

Suara.com adalah portal berita yang
menyajikan informasi terhangat, baik peristiwa politik, bisnis, hukum, entertainment...

QUOTES OF THE DAY

INFOGRAFIS