Optimisme Bisnis Global Melemah, Pebisnis Indonesia Malah Optimis

Dythia Novianty

Senin, 30 Juli 2018 | 15:36 WIB
Optimisme Bisnis Global Melemah, Pebisnis Indonesia Malah Optimis
Ilustrasi bisnis. (Shutterstock)

Suara.com - Perang dagang antara Amerika Serikat dan Cina, membuat tingkat optimisme para pelaku bisnis global terhadap prospek ekonomi menurun. Tidak bagi pelaku bisnis di Indonesia yang justru tinggi dan tercatat dengan tingkat optimisme tertinggi di dunia, level 98 persen.

Hal ini terungkap dari hasi survei Grant Thornton International Business Report (IBR) per kuartal II 2018. Data untuk rilis ini diperoleh melalui wawancara dengan lebih dari 2.500 pejabat di jenjang eksekutif, managing director, chairman atau eksekutif senior lain dari semua sektor industri yang dilakukan pada Mei-Juni 2018.

“Beberapa pihak berpendapat, perekonomian global 2018 mungkin sama baiknya dengan tahun-tahun sebelumnya. Namun pola optimisme bisnis jelas berubah, setelah tren kenaikan dua tahun terakhir. Saat ini kita bersiap memasuki fase berikutnya dari siklus ekonomi global, pelaku bisnis dan pembuat kebijakan harus mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk berbagai skenario,” ungkap Francesca Lagerberg, Global Leader Network Development Grant Thornton, dalam keterangan pers.

Berdasarkan hasil IBR tersebut, terlihat optimisme pelaku bisnis di Indonesia bertahan di angka 98 persen, yang menjadikannya sebagai tingkat optimisme bisnis tertinggi di dunia. Optimisme pelaku bisnis di Indonesia juga jauh di atas rata-rata ASEAN, yang berada di angka 64 persen dan Asia Pasifik di angka 55 persen.

“Kenaikan optimisme bisnis di kuartal kedua cukup dipengaruhi banyaknya festive season, seperti bulan Ramadan dan Lebaran yang mempengaruhi tingginya konsumsi masyarakat dan berpengaruh positif terhadap perputaran bisnis berbagai sektor industri,” ujar Johanna Gani, Managing Partner Grant Thornton Indonesia.

Untuk mempertahankan tingkat pertumbuhan, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk membangun industri manufaktur berdaya saing global melalui percepatan implementasi revolusi industri ke-4 atau Industri 4.0 yang diluncurkan di awal kuartal II tahun ini. Implementasi Industri 4.0 akan ditopang lima teknologi utama, yaitu Internet of Things, Artificial Intelligence, Human-Machine Interface, teknologi robotic dan sensor, serta teknologi 3D Printing.

“Pelaku bisnis di Indonesia dapat memanfaatkan komitmen pemerintah tersebut untuk menentukan strategi investasi jangka panjang demi menjaga pertumbuhan secara berkelanjutan. Dan tentu tetap waspada terhadap dampak perang dagang untuk pasar dalam dan luar negeri,” kata Johanna.

Dari hasil survei Grant Thornton IBR terungkap, perbedaan mencolok yang ditunjukkan kedua negara yang berseteru. Optimisme pelaku bisnis Amerika Serikat turun 11 persen menjadi 78 persen di kuartal II. Sebaliknya, Cina justru mencatat kenaikan 14 persen ke level 79 persen.

Ini kali pertama pelaku bisnis Cina meraih optimisme bisnis lebih tinggi dibanding Amerika Serikat sejak akhir 2012. Menilik angka optimisme pada kuartal II 2018, terlihat perbedaan respons pelaku bisnis di kedua negara terhadap perang dagang ini.

Seperti diketahui, pemerintahan Amerika Serikat di bawah Presiden Donald Trump menaikkan tarif bea masuk 1.300 produk teknologi industri, transportasi, dan medis dari Cina. Kebijakan ini langsung direspons pemerintah Cina dengan menerapkan tambahan tarif bea masuk untuk 106 produk impor dari Amerika, terutama produk pertanian, mobil, hingga pesawat terbang.

baca juga

Prediksi pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat tahun ini yang berada di kisaran 2-3 persen, diyakini para ekonom justru merasakan imbas yang lebih buruk akan adanya perang dagang dibandingkan pelaku bisnis di Cina dengan pertumbuhan ekonomi 6-7 persen.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Sri Mulyani Blak-blakan Hadapi Perang Dagang AS

Sri Mulyani Blak-blakan Hadapi Perang Dagang AS

Bisnis | Selasa, 10 Juli 2018 | 17:19 WIB

Menperin Sebut Perang Dagang AS Bukan Ancaman Besar Indonesia

Menperin Sebut Perang Dagang AS Bukan Ancaman Besar Indonesia

Bisnis | Senin, 09 Juli 2018 | 19:23 WIB

AS Ancam Perang Dagang, Pemerintah RI Kirim Tim Negosiasi

AS Ancam Perang Dagang, Pemerintah RI Kirim Tim Negosiasi

Bisnis | Senin, 09 Juli 2018 | 11:45 WIB

Pengusaha Reklame Minta Kepastian Hukum Dari Pemerintah

Pengusaha Reklame Minta Kepastian Hukum Dari Pemerintah

Bisnis | Rabu, 14 Juni 2017 | 08:53 WIB

Kepala BKPM Bahas Implikasi Bisnis Dari Revolusi Mental Jokowi

Kepala BKPM Bahas Implikasi Bisnis Dari Revolusi Mental Jokowi

Bisnis | Kamis, 19 Januari 2017 | 20:40 WIB

BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan IV-2016 Melambat

BI: Kegiatan Dunia Usaha Triwulan IV-2016 Melambat

Bisnis | Kamis, 12 Januari 2017 | 11:51 WIB

Terkini

Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam

Jangan Asal Buka Kiriman Misterius! Review Paket Santet: Petaka Belanja Online Mistik yang Kejam

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 09:05 WIB

Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

Iran Siapkan Jalur Baru Selat Hormuz, Pembukaan Kembali Bergantung pada Komitmen AS

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:58 WIB

Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat

Kabut Asap Karhutla: Kualitas Udara 6 Daerah di Riau pada Level Tidak Sehat

Riau | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:39 WIB

8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui

8 Dampak Rotasi dan Revolusi Bumi Bagi Kehidupan Sehari-hari yang Wajib Diketahui

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:35 WIB

Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima

Muktamar NU ke-35 Masuk Tahap Sidang Komisi, Laporan PBNU Diterima

News | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:29 WIB

Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3

Harga HP Makin Mahal, Digiplus Ubah Strategi: Geser dari Mal ke Street Level Kejar Kota Tier 2 dan 3

Tekno | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:22 WIB

Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan

Konvoi Mitsubishi Xforce Jelajahi Jalur Sejarah Solo - Ambarawa Rayakan Kemerdekaan

Otomotif | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:15 WIB

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra

4 Zodiak Paling Beruntung Hari Ini 29 Agustus 2026: Ada Pisces hingga Libra

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB

Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?

Satu Ukuran untuk Semua: Mengapa Sistem Desil Tunggal Ancam Masa Depan?

Your Say | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB

6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek

6 Trik Masak Nasi di Rice Cooker Supaya Cepat Matang dan Anti Lembek

Lifestyle | Sabtu, 29 Agustus 2026 | 08:05 WIB

×