Ini Bantuan yang Paling Dibutuhkan Korban Gempa Lombok

Ririn Indriani, Firsta Nodia

Senin, 20 Agustus 2018 | 16:51 WIB
Ini Bantuan yang Paling Dibutuhkan Korban Gempa Lombok
Frisian Flag Indonesia (FFI) menyalurkan bantuan sebanyak 20.000 kotak susu cair untuk memenuhi kebutuhan gizi korban gempa Lombok terutama anak-anak.

Suara.com - Gempa tampaknya belum mau beranjak dari Lombok, Nusa Tenggara Barat. Minggu (5/8/2018) masyarakat setempat dikejutkan dengan Gempa bermagnitudo 7 yang sempat berpotensi tsunami.

Gempa-gempa kecil terus mengguncang hingga pada Minggu (19/8/2018) kemarin Lombok kembali dikejutkan dengan gempa berkekuatan 7 SR.

Gempa Lombok yang berulang ini sontak membuat aktivitas masyarakat Lombok masih lumpuh hingga kini. Toko-toko atau warung-warung yang biasa menjual kebutuhan warga hingga kini masih tutup.

Beberapa bangunan juga dilaporkan telah rata dengan tanah. Rusaknya jalan-jalan penghubung juga semakin menyulitkan korban gempa untuk mendapatkan urusan logistik.

Akses transportasi yang terputus akibat gempa belum sepenuhnya diperbaiki sehingga sejumlah wilayah terisolasi. Akibatnya, para korban gempa Lombok mengandalkan bantuan dari para lembaga-lembaga kemanusiaan.

Kebutuhan pangan dan pemenuhan gizi merupakan prioritas pertama dalam bencana ini. Menjawab kebutuhan ini Presiden Lembaga Aksi Cepat Tanggap (ACT), Ahyudin penduduk Lombok saat ini sangat membutuhkan selimut, terpal, air dan bahan makanan siap saji.

Menurutnya masih banyak korban gempa Lombok yang belum terjamah bantuan karena minimnya akses transportasi. Warga juga banyak yang bertahan hidup dengan cara swadaya.

"Saat ini kebutuhan pokok seperti air, makanan siap saji bergizi dan terpal merupakan bantuan yang kami prioritaskan bagi masyarakat setempat yang terdampak," ujar Ahyudin dalam rilis resmi yang diterima Suara.com, Senin (20/8/2018).

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang minuman bergizi, Frisian Flag Indonesia (FFI) menyalurkan bantuan sebanyak 20.000 kotak susu cair untuk memenuhi kebutuhan gizi korban gempa Lombok terutama anak-anak.

baca juga

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia Andrew F. Saputro mengatakan pemenuhan gizi khususnya bagi anak-anak merupakan hal dasar yang harus dipenuhi agar tubuh kuat dan sehat. Sayangnya akses yang terbatas membuat anak-anak korban gempa Lombok tak mendapat nutrisi yang dibutuhkannya.

"Kami menyadari bahwa saat ini penduduk Lombok membutuhkan bantuan dalam hal logistik. Keterbatasan akses membuat pemenuhan gizi menjadi hal yang langka dan sulit. Semoga bantuan yang kami berikan dapat menjadi secercah asa dalam menghadapi musibah ini," tambah Andrew.

Bantuan susu cair ini nantinya akan didistribusikan oleh Aksi Cepat Tanggap ke daerah-daerah pengungsian yang membutuhkan bantuan pangan bergizi.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Kalkulator Kecocokan Jodoh Online Menurut Primbon Jawa, Bantu Cek Keserasian Pasangan
Ikuti Kuisnya ➔
Gryffindor atau Slytherin? Cek Kepribadianmu di Kuis Asrama Hogwarts
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Menkes Imbau Busui Korban Gempa Lombok Tetap Beri ASI Eksklusif

Menkes Imbau Busui Korban Gempa Lombok Tetap Beri ASI Eksklusif

Health | Senin, 20 Agustus 2018 | 13:23 WIB

Lombok Kembali Dilanda Gempa, AirNav Pastikan Penerbangan Normal

Lombok Kembali Dilanda Gempa, AirNav Pastikan Penerbangan Normal

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 12:15 WIB

Gempa Lombok Terulang, Menkes Sebut Wabah Penyakit Sudah Muncul

Gempa Lombok Terulang, Menkes Sebut Wabah Penyakit Sudah Muncul

News | Senin, 20 Agustus 2018 | 12:02 WIB

Terkini

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

Rumah Ibadah Disulap Jadi Gedung Narkoba, Polisi Sita Barang Bukti Rp60 Miliar

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:55 WIB

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Daftar Saham IHSG Milik Danantara, Ada yang Punya Porsi hingga 91%!

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:27 WIB

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Tanpa Pemain Asing, IBL All Indonesian 2026 Jadi Kesempatan Emas Pebasket Lokal

Sport | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 23:00 WIB

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Libur Nataru 2026 Naik Pesawat dan Kapal Bakal Dapat Diskon 30%

Bisnis | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:42 WIB

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

BRI Buka Peluang Karier Bagi Talenta Muda Lewat Program Magang Nasional

Kalbar | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:11 WIB

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

BRI Rekrut 133 Alumni Magang Nasional 2025, Dorong Talenta Muda Berkembang

Lampung | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:07 WIB

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Inchcape GWM Indonesia Resmikan Dealer di Yogyakarta, Tawarkan Layanan Penjualan hingga Servis

Otomotif | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:01 WIB

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Kevin Diks Absen, Borussia Monchengladbach Terancam Cetak Rekor Buruk Bundesliga

Bola | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 22:00 WIB

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

Arab Saudi Digempur Serangan Rudal, Ini Daftar Maskapai yang Membatalkan Penerbangan

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

Polisi Usut 20 Korporasi dalam Kasus Karhutla Sumsel, Ratusan Hektare Lahan Disegel

News | Jum'at, 23 Oktober 2026 | 21:59 WIB

×