Punya Ruang ASI Terbaik, KemenPPPA Jaga Produktivitas Perempuan

M. Reza Sulaiman, Vessy Dwirika Frizona

Senin, 12 November 2018 | 17:19 WIB
Punya Ruang ASI Terbaik, KemenPPPA Jaga Produktivitas Perempuan
KemenPPPA dapat penghargaan ruang ASI terbaik. (Dok. KemenPPPA)

Suara.com - Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KemenPPPA) berhasil meraih Penghargaan Riset Kementerian Kesehatan untuk kategori Penyelenggara Ruang ASI (air susu ibu) Terbaik 2018.

Penghargaan ini digelar dalam rangka memperingati Hari Kesehatan Nasional ke-54, sekaligus untuk memperkuat komitmen kementerian/lembaga serta elemen masyarakat lainnya untuk meningkatkan produktivitas pekerja perempuan dan memenuhi hak anak, guna mencetak generasi bangsa yang sehat dan berkualitas.

“Penghargaan ini tentu memotivasi kami untuk terus menjadi agen terdepan dalam menyediakan sarana yang ramah bagi perempuan sekaligus memenuhi hak anak, termasuk ruang laktasi," ungkap Titi Eko Rahayu, Kepala Biro Hukum dan Humas KemenPPPA, dalam rilis yang diterima Suara.com.

Hal ini dikarenakan ASI merupakan kebutuhan terpenting bagi anak, memiliki zat gizi yang tidak terdapat pada makanan olahan maupun susu formula.

Pemberian ASI menjadi satu upaya pemenuhan hak anak untuk tumbuh dan berkembang, sebagaimana diamanatkan Undang-Undang Dasar 1945 pasal 28 B, yaitu setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh, dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi.

“KemenPPPA terus berupaya menghadirkan sarana publik yang responsif gender dan ramah anak. Menyediakan ruang publik yang mudah diakses masyarakat terutama perempuan, serta memelihara kebersihan sarana dengan baik dan memberikan rasa nyaman bagi para perempuan pejuang ASI," sambung Titi.

Program peningkatan pemberian ASI di tempat kerja bertujuan untuk meningkatkan produktivitas pekerja perempuan serta mendukung target pencapaian SDGs (Sustainable Development Goals) nomor 3, yaitu penurunan angka kematian anak dan nomor 5 yaitu penurunan angka kematian ibu.

Selain penyediaan ruang ASI, pemerintah berupaya dalam pemberian kesempatan waktu pekerja perempuan untuk memerah ASI dan membuat peraturan internal terhadap program ASI eksklusif.

Ia menambahkan, sarana publik lainnya juga akan terus dikembangkan, seperti perpustakaan ramah pengunjung dan anak, ruang tunggu (lobby) yang nyaman dan ramah anak, serta tempat penitipan anak (TPA) yang terus kami tingkatkan kenyamanan dan keramahannya bagi anak.

baca juga

Dari total 34 Kementerian yang dinilai, Kemen PPPA bersama Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) terpilih menjadi pemenang penghargaan kategori Penyedia Ruang ASI terbaik, karena dianggap telah memenuhi standar yang ditetapkan sesuai peraturan.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

Terkait

Disebut Tularkan Penyakit, Pro Kontra Donor ASI Heboh di Thailand

Disebut Tularkan Penyakit, Pro Kontra Donor ASI Heboh di Thailand

Health | Kamis, 25 Oktober 2018 | 21:57 WIB

Terbukti, Daun Katuk Ampuh Lancarkan Produksi ASI Ibu Menyusui

Terbukti, Daun Katuk Ampuh Lancarkan Produksi ASI Ibu Menyusui

Health | Rabu, 24 Oktober 2018 | 17:30 WIB

ASI Langsung dan ASI Perah, Lebih Sehat Mana?

ASI Langsung dan ASI Perah, Lebih Sehat Mana?

Health | Rabu, 26 September 2018 | 20:00 WIB

Berikan ASI pada Bayi Prematur, Buat Otaknya Berkembang

Berikan ASI pada Bayi Prematur, Buat Otaknya Berkembang

Health | Senin, 24 September 2018 | 13:00 WIB

Terkini

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

Bukan Hanya Pangan dan Tempat Tinggal, Ini Kebutuhan Utama Warga Terdampak Gempa NTT

News | Jum'at, 04 September 2026 | 00:32 WIB

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Pertama Kali Donor Darah? Simak Panduan dan Persiapannya dari Aksi Indodana Finance-KSDD

Lifestyle | Jum'at, 04 September 2026 | 00:24 WIB

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Karhutla Masuk Area Konsesi, Lebih dari 10 Perusahaan Perkebunan Sumsel Diminta Klarifikasi

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 23:14 WIB

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

FT Timnas Indonesia U-20 vs Laos: Zahaby Gholy Cetak Brace, Garuda Muda Puncak Klasemen

Bola | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Donald Trump Bantah Rencana Ganti Nama Selat Hormuz dengan Namanya Sendiri

Video | Kamis, 03 September 2026 | 23:00 WIB

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Kebakaran Renggut Nyawa 3 Pekerja, PT Evyap Beri Bantuan dan Evaluasi Operasional

Sumut | Kamis, 03 September 2026 | 22:58 WIB

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Karhutla Sumsel Terus Berulang, Ketimpangan Agraria Kembali Dipertanyakan

Sumsel | Kamis, 03 September 2026 | 22:52 WIB

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Dari 566 Korban Keracunan Massal Sidoarjo, Tersisa 34 Santri Masih Dirawat di RS

Jatim | Kamis, 03 September 2026 | 22:49 WIB

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Kali Bekasi Hitam Pekat dan Berbau

Jabar | Kamis, 03 September 2026 | 22:42 WIB

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Polisi Bongkar Jaringan Merkuri Ilegal 1 Ton Senilai Rp2,8 Miliar, Pasok Tambang Emas di 3 Wilayah

Bogor | Kamis, 03 September 2026 | 22:38 WIB

×